Si Embah Berbaju Daster | Cerita Misteri

Si Embah Berbaju Daster | Cerita Misteri

Si Embah Berbaju Daster | Cerita Misteri

Hi.. Saya Shiela perempuan 26 tahun penyuka kisah horror. Dalam hidup aku udah lebih dari satu kali mengalami perihal mistis. Salah satunya adalah pengalaman berjudul nenek berbaju daster ini ketika aku bermalam di sebuah hotel di tempat Mayang Kota Jambi.

Saat itu aku dan suami menghadiri acara musik lokal. Tidak terasa malam udah larut. Mengingat tempat tinggal kami yang jaraknya memadai jauh, kami menentukan untuk menggunakan lebih dari satu pas nikmati acara dan beristirahat di hotel saja.

Jarak hotel yang dekat dengan wilayah acara dapat menunjang kami lebih cepat untuk beristirahat. Sekitar pukul 03:00 tibalah kami di hotel, aku dan suami bersih-bersih dan bersiap untuk langsung tidur, karena malam yang panjang dan melelahkan.

Kamar yang kami duduki berada di lantai 3 dan posisinya di tengah supaya tidak tersedia jendela. Sejak masuk ke kamar itu, aura yang terasa sebenarnya udah aneh.

Entah kenapa kamar itu terasa gelap padahal lampu udah dihidupkan semua. Malam itu, aku dan suami tidur lelap hinga pagi.

Sebelumnya, karena pas check out pukul 12:30 kami menentukan untuk bersantai-santai sejenak dan sarapan di sana sebelum pulang kerumah.

Pukul 10:00 aku terbangun karena terasa panas, ternyata listrik di kamar itu padam. Saya berfikir, hotel yang memadai ternama di kota ini kok listriknya mampu padam, kemana gensetnya?

Apa padamnya udah lama sampai terasa panas? Saya melihat sekeliling sejenak, sinar dari luar kamar yang masuk dari sela-sela pintu, menunjang mata aku beradaptasi di dalam gelap.

Namun, betapa kagetnya aku pas melihat seorang nenek berbaju daster cokelat bermotif, Mengenakan kerudung putih lusuh, berdiri pas di samping kasur, menatap ke arah suami saya.

Seorang nenek yang bertubuh kecil, kurus, mengingatkan aku ukuran badan mbah-ku di kampung. Wajahnya gelap, entah itu kulit nya, entah sebenarnya wajahnya buram gelap, yang jelas aku tidak mampu melihat raut wajahnya.

Entah kenapa pas itu aku refleks menutup mata aku dan memeluk bahu suami dan membangunkan nya.

“sayang mati lampu ayo kami pulang aja.”

“Suami pun bingung dan bertanya “kamu kenapa?” tanyanya dengan bingung.

Saya bilang “nanti aku ceritain ayo cepat kami pergi”

Suami aku tau pasti tersedia sesuatu, dia pun langsung meng-iya kan ajakan aku untuk pulang. Saya terhubung mata sembari bangkit dari posisi aku yang memeluk bahu suami saya, melihat ke arah nenek itu namun ia tidak tersedia lagi.

Tanpa basa basi kami langsung berbenah dan terlihat dari kamar itu. Benar saja, lampu lorong hotel semua nyala, begitu pula kamar kamar lain. Hanya kamar kami lah yang listriknya padam pas itu.