Semarangker Beri Darah ke Jenglot pada Kamis Malam Jumat Kliwon

Semarangker Beri Darah ke Jenglot pada Kamis Malam Jumat Kliwon  – Semarangker adalah komunitas yang menyelidiki kebenaran perihal suatu mitos yang berkembang di masyarakat. Mereka menguji reaksi jenglot bersama berikan makan makhluk itu,

Semarangker laksanakan unboxing pada jenglot yang merupakan pemberian berasal dari sang teman baik di Museum Semarangker, Lamper Tengah, Kec.Bandar Taruhan Semarang Selatan, Kota Semarang, Jawa Tengah. Mereka melaksanakannya pada Kamis malam dan besoknya merupakan hari Jumat Kliwon.

Jenglot adalah makhluk menyerupai manusia kecil berambut benar-benar panjang. “Mitosnya sih berasal dari pertapa yang sesudah itu mengecil,” kata Ketua Semarangker Pamuji Yuono atau sering disebut Master.

Jenglot itu disimpan di di dalam peti mati kecil berwarna gelap yang dibungkus kantong putih. Ukurannya lebih pendek daripada telapak tangan Pamuji. Ada suatu hal berwarna emas yang melilit pinggang makhluk berkuran kecil tersebut. Di samping jenglot terkandung sebuah botol kecil berisi minyak wangi.

Menurut pemilik asli jenglot, seseorang tidak boleh membuka kotak tadi. Pantangan lainnya ialah tidak boleh meneteskan darah fresh manusia ke mulut jenglot pada Kamis malam dan esoknya adalah hari Jumat Kliwon.

Diminum Habis

Berdasarkan mitos, orang yang melanggar larangan selanjutnya dapat mati sebab darahnya diminum sampai habis oleh jenglot. Namun, Semarangker melawan pantangan tadi sebab menghendaki menyelidiki kebenaran berasal dari mitos tersebut.

Tak lama kemudian, Pamuji menyita jarum berasal dari boneka santet yang berada di Museum Semarangker. Ia menusukkan jarum itu ke jarinya sebanyak beberapa kali. Selanjutnya, dia mengoleskan darah ke mulut jenglot.

“Dia biasa aja sih, nggak ngisep darah,” ujar Master. Sebelum menutup kotak jenglot, dia mengolesi minyak ke sosok itu.

Melalui video tadi, Semarangker membuktikan bahwa mitos selanjutnya bukanlah fakta. Jenglot tidak membuktikan reaksi apa pun. “Angkers, gaib itu ada. Tapi, be smart plus wise,” nasihatnya.