Perempuan Gaib di Curug Ngeboran Gunungkidul

Perempuan Gaib di Curug Ngeboran Gunungkidul  – Kisah Tanah Jawa mengunjungi Curug Ngeboran, air terjun di Dusun Kemuning, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Jogjakarta. berdiskusi terkait makhluk-makhluk halus yang duduki air terjun itu lewat unggahan di Youtube.

Konon, laki laki muda kerap diculik di sana oleh sosok gaib perempuan yang mempunyai payung. Kisah Tanah Jawa melakukan penyelidikan pada sejarah, mitos, dan cerita mistis semacam itu. Kelompok itu terdiri atas sebagian personel, di antaranya Bonaventura D.Bandar Taruhan Genta dan Hari Kurniawan alias Om Hao.

Om Hao mempunyai bakat retrokognisi yang membuatnya bisa memandang lagi moment yang pernah terjadi pada jaman lalu. Dia berbicara bahwa ada perempuan yang bunuh diri dengan langkah melompat dan ada terhitung perempuan yang dibunuh di kira-kira Curug Ngeboran. “Dan yang dibunuh itu sesungguhnya kerap menampakkan secara qorin-nya, ya,” ujarnya.

Jin qorin adalah sosok gaib yang mendampingi manusia berasal dari lahir sampai meninggal. Jin qorin yang dimaksud mengenakan baju serba merah dan mempunyai payung berwarna senada. Sosok gaib itulah yang kerap menculik laki-laki dan membawanya ke air terjun.

Om Hao menceritakan bahwa perempuan itu menyimpan rasa dendam. Pada jaman Indonesia belum merdeka, perempuan yang mempunyai payung selanjutnya dibunuh di semak-semak dekat sana. Dia mengalami kekerasan seksual sehabis menampik lamaran seseorang. Kemudian, lehernya dipatahkan dan tubuhnya dibuang di sungai.

“Dan dua sosok ini sesungguhnya dalam tanda kutip membenci laki-laki gitu,” imbuh Om Hao.

Pada sementara Kisah Tanah Jawa menjelajah, air terjun itu tidak memiliki air gara-gara sedang musim kemarau. Lalu, Om Hao memberi memahami tentang keberadaan sebuah gerbang atau terowongan yang terdapat pada dinding air terjun tadi.
Kerajaan Siluman Perempuan

Menurutnya, daerah itu merupakan kerajaan siluman perempuan. Dia memaparkan bahwa lokasi itu kerap dijadikan sebagai daerah untuk bersemedi dan tapa kungkum bagi perempuan calon penari atau pesinden.

Mereka mempunyai dampak negatif, terlebih bagi laki-laki. Konon, laki laki muda atau biasanya yang masih perjaka kerap dibawa ke sana oleh makhluk tak kasatmata. Mereka bertugas untuk “melayani” para perempuan gaib.

“Sekarang saya sudah teteg menjadi memandang sosok-sosok perempuan dengan baju minim yang memandang ke sini. Jadi, kayak akuarium itu lho Mas kalau diamati modelnya itu,” kata Om Hao.

Melalui kemampuannya, Om Hao memandang kalau dinding air terjun tadi merupakan kaca. Dia memberikan bahwa orang yang melacak tidak bisa memandang orang yang dicari. Sedangkan orang yang dicari bisa memandang para pencari. Oleh gara-gara itu, laki laki yang hilang kerap tidak bisa ditemukan.

Namun, para sosok gaib dapat mengembalikan si pemuda kalau mereka sudah bosan. Lelaki itu dapat lagi dalam situasi lingung atau hilang ingatan, pusing, dan sebagainya.