Misteri Saat Pembangunan Jembatan Cirahong Ciamis, Minta Tumbal Pengantin Baru

wildwoodjobs – Jembatan Cirahong merupakan lokasi landmark yang berada di pertigaan Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Tasikmalaya di Jawa Barat. Fakta membuktikan bahwa di balik keindahan tradisional Belanda terdapat kisah yang menyeramkan dan misterius.

Misteri Saat Pembangunan Jembatan Cirahong Ciamis, Minta Tumbal Pengantin Baru

Konon menurut orang tua jaman dulu, pasangan pengantin baru jadi tumbal saat jembatan itu dibangun. Entah benar, kisah ini sudah tidak asing lagi bagi warga sekitar, khususnya yang ada di kawasan Ciamis.

Menurut cerita, ketika pemerintah kolonial Belanda membangun sebuah jembatan (Jembatan Cirahong) dengan fungsi jalur kereta api dan jalan raya.

Perwakilan pemerintah kolonial Belanda mengunjungi sesepuh desa setempat bernama Sukasna. Kemudian dia mengirim pesan bahwa peristiwa yang tidak masuk akal menghambat perkembangan.

Namun, pemerintah kolonial Belanda tidak menerima begitu saja, dan pembangunan jembatan terus berlanjut. Namun peristiwa misterius terus saja terjadi, dan kalaupun tidak ada hujan, kondisi Sungai Citanduy tiba-tiba naik dan membesar. Ini menghambat proses pembuatan pondasi.

Pemerintah saat itu langsung teringat apa yang dikatakan sesepuh desa dan meminta bantuannya. Terakhir, Sukasna menjadi perantara dengan sosok supranatural yang dipercaya sebagai penjaga Sungai Citanduy.

Konon sosok gaib tersebut adalah sepasang siluman ular, Aki Bohang dan Nyai Odah. Pasangan siluman itu terusik dengan pembangunan jembatan.

Sebagai hasil dari mediasi, Siluman ini memberikan Syarat untuk kelancaran pembangunan jembatan dan memastikan bahwa jembatan tersebut dapat bertahan selama ratusan tahun. Syarat ini adalah tumbal pasangan yang baru menikah, mereka masih perawan, dan perjaka yang cantik dan tampan. Pengantin akan dijadikan anak angkat oleh siluman ular nanti.

Pemerintah kolonial kemudian mencari pengantin baru untuk memenuhi persyaratan tersebut. Kemudian pemerintah kolonial Belanda mendapat pesan bahwa para pekerja konstruksi akan menikah. Setelah menyelesaikan akad nikah, orang suruhan segera menjemput kedua mempelai. Alasannya, atasannya menyuruh dia memberi hadiah.

Setelah dijemput dan diculik, pengantin baru itu dibawa ke tempat pengecoran di tengah sungai. Kedua mempelai diikat dengan sesajen yang telah disiapkan, kemudian dituangkan semen ke dalam pondasi hingga kedua pengantin baru tersebut terkubur hidup-hidup.

Seperti kita ketahui bersama, Jembatan Cirahong dibangun sekitar tahun 1893 dan panjang jembatan ini sekitar 202 meter. Selain jalur rel kereta api dan kendaraan, lokasi ini menjadi tempat yang menarik, Jembatan Cirahong juga sering menjadi tujuan dan ngabuburit saat bulan Ramadhan.

Kepala Desa Ahmad Kartoyo mengatakan: “Konon kata orang tua, Jembatan Cirahong dibangun atas pengorbanan pengantin baru. Keduanya dikubur hidup-hidup supaya jembatannya kuat.”

Menurut Kartoyo, jembatan tersebut juga menyeramkan karena kerap menjadi tujuan warga untuk bunuh diri. Konon di tempat ini ada sosok gaib penunggu, yaitu Bah Rahong.

Ia mengatakan: “Alhamdulillah warga dan anak muda yang berjaga di sini selalu siaga. Terlihat dari raut wajah mereka akan bunuh diri. Jadi bisa segera dicegah.”