Misteri Rumah Kentang

Tragedi Anak Tewas Terebus

Rumah Kentang yang populer dengan narasi seramnya ini terdapat di Jalur Aceh, Bandung.

Bila diamati dari luar, bentuk rumahnya nampak rukun serta bersih, dikelilingi oleh halaman asri yang lumayan besar.

Tetapi dibalik kenyamanan rumah itu, tersembunyi narasi orang yang amat memasygulkan.

Kabarnya, dini mula keangkeran rumah ini diawali sebab kelengahan seseorang bunda yang lagi memasak.

Buah hatinya, seseorang bayi dengan cara tidak terencana terperosok ke dalam wajan yang lagi si bunda maanfaatkan buat merebus kentang.

Bagi narasi warga, anak itu berpulang dengan mendadak.

Narasi lain berkata kalau sang anak kecil itu bandel bukan bermain, alhasil asisten rumah tangga merasa jengkel.

Kodrat anak apes itu juga selesai mengenaskan.

ART yang jengkel menewaskan anak itu dengan metode merebusnya ke dalam wajan.

Sehabis insiden memprihatinkan itu terjalin masyarakat sekitaran Rumah Kentang tuturnya kerap mengikuti suara ratapan.

Suaranya terdengar semacam seseorang anak kecil.

Tidak cuma itu, aroma rebusan kentang busuk yang menodai hawa setempat juga sering terhirup.

Hiiiy!

 

Penampakan Seseorang Anak Beraut Hancur

Tidak hanya aroma kentang yang menyegak, rumah makhluk halus itu pula populer dengan cerita anak beraut sirna.

Bagi warga Bandung, makhluk halus anak kecil itu kerap nampak lagi main di halaman rumah.

Sebagian informasi serta narasi- narasi mengerikan ini kerap ditayangkan di sebagian radio lokal Bandung,

Banyak masyarakat yang kerap memandang sesosok anak kecil lagi tersimpul cekikikan, berhamburan dipekarangan rumah.

Sehabis dihampiri, wajah anak kecil itu nyatanya berdarah- darah.

Banyolan tawa yang terdengar juga berganti jadi lengkingan ratapan iba.

Masyarakat yang berterus terang sempat memandang wujud makhluk halus anak kecil ini memberi tahu kalau beliau sering- kali turut numpang di dalam mobil.

 

Rumah Kosong Tempat Gabung Insan Gaib

Dongeng rumah kentang yang selanjutnya merupakan narasi mengenai bangunannya yang telah dibiarkan alhasil jadi petarangan insan abnormal.

Salah satu makluk abnormal yang kerap bergaduh tempat ini merupakan seekor anjing gadungan.

Dari informasi banyak masyarakat, kerap sekali mereka memandang seekor anjing bercorak cokelat berhamburan di wilayah Jalur Aceh.

Sosoknya setelah itu lenyap pas di depan Rumah Kentang.

Narasi yang lain berkata kalau wujud anjing itu lebih besar dibanding anjing umumnya.

Bulunya bercorak gelap serta matanya menyala semerah api.

Bila tidak lagi menampakkan diri, suara gonggongan serta geraman anjing itu kerap terdengar di akhir Jalur Aceh.

Kabarnya, anjing itu merupakan piaraan hantu yang memahami Jalur Aceh.

Hantu itu informasinya ialah penunggu rumah kentang yang telah lama kosong.