Misteri Anak Kecil Kesurupan Usai Belanja di Supermarket Jogja

Misteri Anak Kecil Kesurupan Usai Belanja di Supermarket Jogja – Tempat menuai cerita misterius ada dimana-mana, bahkan di tempat keramaian yang sering dikunjungi orang. Sama seperti kisah kakak seorang netizen bernama Ajeng, sang kakak juga diajak oleh seseorang saat pergi ke supermarket di Yogyakarta.

Misteri Anak Kecil Kesurupan Usai Belanja di Supermarket Jogja

Mengutip Quora, Ajeng yang masih duduk di bangku SMP dan adiknya punya pengalaman misterius saat berlibur di Yogyakarta.

Ajeng beserta keluarga dan tetangganya pergi ke Yogyakarta untuk berlibur bersama di depan rumah, dan tinggal bersama tetangganya. Setelah puas setelah beberapa hari libur, mereka akan pulang keesokan harinya.

Baca Juga : Cerita Misteri Pohon Beringin Di Kecamatan Kalibawang, Yogyakarta

Dikarenakan jadwal penerbangan di pagi hari, Ajeng dan keluarganya memutuskan untuk membeli roti atau jajanan yang bisa mereka makan selama perjalanan di malam hari. Mereka mengendarai dua sepeda motor ke supermarket.

Tetangga Agen dan putrinya. Pada saat yang sama, Ajeng dan ibu serta adik laki-lakinya.

Karena ibu Ajeng tidak berencana menghabiskan banyak uang, Ajeng dan saudara perempuannya hanya diminta menunggu di luar. Sambil menunggu ibunya, Ajeng mengajak adiknya yang berumur satu tahun untuk duduk di kursi dekat bak mandi bola di sekitar kasir.

“Karena kami sedang gabut, saya iseng lah naik ke lantai 2. menggunakan eskalator, waktu itu kebetulan adik saya lagi seneng naik eskalator. Nah, pas saya naik nih berdua sama adik saya. Saya naik turun terus sampai saya capek gendong dia,” kata Ajeng.

Akhirnya Ajeng memutuskan untuk menunggu ibunya di samping kasir lagi. Dia juga duduk di depan kolam bola bersama adiknya. Lampu di ball pool redup karena lampunya dimatikan. Titik jaring di dekat pintu masuk memiliki sedikit cahaya yang masuk.

“Tidak lama setelah saya duduk, adik saya banyak menangis. Dia berteriak pegi pegi pegi . Saat itu, saya masih duduk di bangku SMP dan bingung harus berbuat apa.

Ajeng pun mengajak adiknya ke parkiran, namun ia tetap menangis keras sambil berteriak “Ayo Ayo”. Sekitar 10 menit kemudian, ibu Ajeng berjalan dengan ekspresi kaget dan bingung, dan bertanya apa yang terjadi pada adik Ajeng. Selama 10 menit itu, adik Ajeng masih menangis keras dan terus berteriak ‘pergi, pergi’

“Setelah itu, kami kembali ke rumah tetangga dengan kondisi, dan kakak saya meronta-ronta di atas motor sambil menangis dan berteriak pegi pegi . Di sini, saya merasa kami sedang mendapat perhatian mbakun … Soalnya, saya suka dikasih tahu. Saya berdoa sepanjang jalan. “Dari al fatihah hingga doa makan, saya lafalkan semua,” kata Ajeng.

Ketika sampai di rumah saudara tetangga, semua orang di rumah itu bingung dan bertanya apa yang terjadi pada adik Ajeng. Suami tuan rumah melihat sikap adik Ajeng yang sungguh mengkhawatirkan, maka ia keluar dari kamar, duduk dan menyalakan setanggi (dupa).

Baca Juga : Menguak Mitos Laku Masangin Di Dua Pohon Beringin Kembar Yogyakarta

“Setelah itu, dia wudhu lalu berdoa. Saat tangannya mengusap wajah adikku, perlahan adikku sudah tenang. Lalu ibuku memberinya susu. Langsung tidur dia,” pungkas Ajeng.