Kisah Misteri yang Dialami Kapten Kapal di Lautan Pulau Komodo.

 

Kapten kapal saya di Labuan Bajo berseloroh dengan angkuhnya kalau ia tidak takut setan.

Panggil saja Kapten Jo. Dia adalah pemilik sekaligus nakhoda kapal yang biasa membawa turis di Pulau Komodo. Usianya hampir 40, dengan kulit legam plus sering menggunakan kacamata hitam murahan. Kapalnya baru, ia beli tahun lalu dari Makassar, tanah leluhurnya. Di malam pertama kami menginap di kapal, dia berseloroh bahwa ia tak percaya dengan adanya setan. Aku pun heran, bagaimana mungkin dia tidak percaya setan terlebih tiap hari ia hidup di lautan. Konon sih di lautan banyak setannya.
Bandar Bola
Aku pun kemudian tertawa ngakak. Dia segera menyambungnya dengan satu kisah misteri.

Kapten Jo, kapten kapal yang sudah mengendalikan laju kapal 20 tahun lamanya, akhirnya percaya dengan makhluk ghaib setelah ia melihatnya sendiri, bulan lalu

Malam itu, seluruh penumpang kapal termasuk ABK sudah lelap. Kapal kami bersandar di Pulau Padar. Aku dan Kapten Jo belum tidur dan berbincang di bangku kapal sembari ditemani secangkir kopi. Banyak hal yang kami bicarakan. Kapten Jo pun cerita banyak hal tentang Labuan Bajo dan juga kisah hidupnya. Kali ini, dia tak ketinggalan menyelipkan kisah misteri yang belum lama ini ia alami sendiri.

Tak berhenti di situ, ombak dan arus yang besar membuat kapalnya harus menepi di sebuah pantai yang jarang didatangi manusia. Mau nggak mau ia harus bermalam di sana

Kali ini Kapten Jo memang membawa turis-turis asal Malaysia yang sedang tertidur lelap di atas kapal yang tengah mengapung tak jauh dari pantai. Kira-kira jam 10 malam terjadilah sesuatu yang nggak cuma dirasakan oleh Kapten Jo, melainkan juga oleh semua penumpang. Mereka mendengar suara minta tolong. Suara itu sangatlah dekat, seperti di pinggir kapal.

Kapten Jo, pura-pura tidak mendengar suara itu. Sementara turis-turis ini mendengar semua suara itu dan tidak bisa tidur. Para penumpang yang semuanya cewek-cewek ini segera meminta Kapten Jo untuk beranjak dari tempat itu. Mau tidak mau, Kapten Jo mengambil jangkar dan segera menuju ke pulau yang seharusnya jadi tempat menginap malam itu.

Sialnya, arus di lautan kian besar dan cukup membahayakan. Kapten Jo pun memutar kapal kembali ke pantai angker tersebut

Mau tidak mau, mereka akan diteror oleh suara misterius tadi. Tapi mau bagaimana lagi, arus laut nggak bisa diajak kompromi. Kapten Jo pun memutuskan untuk tidak tidur malam itu. Ia melanjutkan ceritanya kepadaku setelah menandaskan segelas kopinya.
Bandar Bola
Selang satu jam sejak kepergian mereka yang gagal karena ombak besar, kini lautan sudah beranjak tenang. Kapal mereka pun dengan selamat sampai di pulau yang seharusnya jadi tujuan mereka malam itu. Sejak dari situlah Kapten Jo percaya dengan adanya setan di lautan. Tapi hal itu bukanlah hal yang ia takuti karena ia masih percaya Tuhan akan melindunginya.