Kisah Misteri Gara – Gara Pasang Susuk 2020

Kisah Misteri Gara – Gara Pasang Susuk 2020

Dampak Pasang Susuk: Memusnahkan Iblis

Dodi kembali.

Sepulang dari kantor beliau mengesun alis istrinya. Tidak terdapat marah sedikitpun dari Dodi pada istrinya. Dalam hatinya cuma terdapat kasih cinta yang besar pada Sekar. Tetapi senantiasa, Dodi hendak menunggu dikala malam esok kala Yani merasuki Sekar. Jika membolehkan ia hendak menanya pada Yani apa yang sesungguhnya terjalin. Sehabis seluruh data beliau miliki, Dodi berencana buat membuang menuntut Yani dari badan Sekar. Jika butuh beliau hendak memohon dorongan temannya, Luthfi. Buat membakar belis yang menyamai Yani itu.

Malam terus menjadi larut.

Dodi menunggu- nunggu dikala Yani tiba. Malam itu ia pura- pura tertidur buat memandang Sekar kerasukan.

Sehabis Yudha tertidur, Sekar juga tertidur lelap. Pas jam 12. 00 malam badan Sekar mulai bereaksi. Badannya bergerak. Matanya membelalak agak- agak nyaris pergi dari kelopaknya. Tatapannya kosong. Rambutnya menjuntai. Beliau tersadar mendadak dalam posisi bersandar. Dodi memandang kengerian itu dari matanya yang sedikit beliau pejamkan.

Dampak Pasang Susuk: Memusnahkan Belis( Part 10)( Berakhir)( 1)

Coretan penampakan makhluk halus perempuan. Gambar: pixabay

Mulut Sekar lama- lama terbuka serta mendendangkan kidung Bangbung Hideung. Suara seraknya lenyap bertukar dengan suara Yani. Dodi sedang mencermati peristiwa itu. Lama- lama.. kepala Sekar berpaling ke arah Dodi dengan pandangan kosongnya. Tidak lama Sekar kemudian berpaling ke arah meja hias yang terletak pas di sisi kirinya. Ia bangun serta berjalan lama- lama mengarah meja hias itu.

ADVERTISEMENT

Lalu Sekar bersandar di bangku serta mengarah ke kaca di meja hias itu. Tangannya semacam merogoh suatu yang terdapat di dalam laci meja. Ia mengutip gunting serta memegangnya semacam hendak menusuk suatu. Memandang apa yang terjalin, Dodi beranjak sebab takut hendak menyakiti Sekar.

“ HEY.., HEY.., YANI Ingin Mengapa Kalian?”, Jerit Dodi pada wujud yang terletak dalam badan Sekar.

Dari kaca nampak senyuman menggerenyotkan bibir dari Sekar. Ia kemudian berputar dengan gunting yang telah diacungkannya ke arah Dodi.

“ KADI, Kalian, ISTRIMU. Seluruh INI Karena Kamu”, Cakap Yani sembari mengangkat tangan gunting ke arah Dodi.

“ Kadi? Sang cenayang sialan itu?”. Pertanyaan Dodi dengan keringat dingin di dahinya sebab takut Sekar terlukai oleh Yani. Yani seluruhnya telah memahami badan Sekar sampai Sekar tidak bisa mengatur lagi badannya kala itu.

ADVERTISEMENT

“ IYAA”. Hardik Yani.

“ Lalu apa salahku? Apa salah Sekar?”. Pertanyaan bingung Dodi.

“ Kalian ingat, kalian dahulu sempat me…”. belum luang menghabiskan kata- katanya, wujud Yani itu meratap. Badan Sekar tersungkur. Saat ini beliau terduduk lesu.

Beranggapan Yani telah pergi dari badan Sekar, Dodi menghampirinya. Tetapi belum luang Dodi memegang badan Sekar, ia dikagetkan dengan aksi seketika dari Sekar.

“ BAJINGAN… Kamu Seluruh BAJINGAN”. Hardik Yani. Nyatanya wujud itu sedang terletak dalam badan Sekar. Lalu beliau mengangkat tangan gunting yang dipegangnya menyiratkan jika wujud belis yang menyamai Yani itu hendak menusuk leher Sekar.

Dengan cekatan Dodi menepis tangan Sekar serta membuang jauh- jauh gunting itu dari tangannya. Dodi memeluknya serta badan Sekar meronta.

“ BAJINGAANN… Hendak KU BUNUH Perempuan INI Saat sebelum Saya MEMBUNUHMU”. Jerit wujud Yani itu.

ADVERTISEMENT

Sebab tidak ketahui kasus serta Dodi takut dengan kondisi Sekar, Beliau membacakan permintaan yang beliau bisa dari Luthfi, sahabat spiritualnya. Buat mengusir Yani.

Belis itu kehangatan. Saat sebelum beliau pergi, wujud itu sesumbar hendak tiba lagi esok malam. Mengenali perihal itu Dodi berencana buat memohon dorongan pada Luthfi buat membakar hantu yang mengusik istrinya itu. Ia hendak memusnahkannya sebab dirasa amat mengusik. Dodi yakin itu tidaklah Yani. Hendak namun wujud hantu yang menyamai Yani serta menggunakan rasa kekesalan yang sempat Almarhumah Yani rasakan buat membalaskan marah pada banyak orang yang bermasalah dengannya.

Dodi terkenang perkaranya dahulu dengan Yani. Beliau lalu mengirimkan berkah spesial pada almarhum Yani yang asli( bukan wujud hantu itu). Ia memohon maaf serta berharap mudah- mudahan seluruh kekeliruan yang sempat Yani perbuat diampuni oleh Tuhan Yang Maha Satu.

ADVERTISEMENT

***

Di Kantor.

“ Fi, entar malem lu ke rumah saya betul! membantu saya musnahin belis sialan itu! Semalem ibu saya nyaris apes terbuat ia”. Pinta Dodi pada Luthfi.

“ Iya, esok kita atur strategi. Saya rasa wujud Yani ini bukan hantu ecek- ecek. Kira- kira beresiko kalau ia nunjukin bentuk aslinya. Sebab itu tar lu jauhin ibu lu dari anak lu!”. Luthfi membenarkan permohonan Dodi serta menganjurkan suatu strategi supaya konsep berjalan mudah.

***

Malam datang. Luthfi telah tiba berjamu buat melancarkan rencananya bersama Dodi, memusnahkan Yani. Sedangkan Sekar tidak ketahui arti dari kehadiran Luthfi. Beliau beranggapan jika Luthfi cuma berjamu sesaat kemudian kembali.

Malam terus menjadi larut. Sekar menyiratkan pada suaminya dengan pertanda menanya“ kenapa Luthfi belum kembali pula?”. Dodi yang memandang pertanda dari Sekar itu mengatakan.

ADVERTISEMENT

Dodi memukul bahu Luthfi,” Oh iya Fi. Udah jam separuh 11 nih Fi. Lu tak dicariin ibu lu? hehe”. Cakap Dodi pada Luthfi sembari memejamkan matanya.

Paham apa yang dimaksudkan oleh Dodi, Luthfi mengatakan,“ Oh iya ini pula ingin kembali Dod. Ayo mbak Sekar”.

Luthfi mesem berpamitan pada Sekar.

Dodi membisikkan suatu,“ Lu pura- pura kembali aja! Tungguin di akhir gang serta membawa motor lu! Esok saya kasih isyarat kalau ibu saya udah tidur”.

Luthfi meng- iyakan apa yang dibilang Dodi.

Luthfi bawa motornya agak- agak ia kembali. sementara itu beliau mengarah akhir gang yang tidak jauh dari rumah Dodi menunggu pertanda.

**

Pendek narasi, Sekar kesimpulannya tertidur. Dodi mengancing seluruh laci biar kala mereka melancarkan aksinya, beberapa barang beresiko semacam gunting tidak bisa didapat alhasil Sekar tidak bisa dicelakai. Dodi kemudian mengendap lama- lama pergi rumah buat berikan pertanda pada Luthfi yang terletak di akhir gang.

ADVERTISEMENT

Luthfi bersiap hendak melancarkan aksinya. Beliau senantiasa menaruh motor kesayangannya itu di akhir gang. Mereka masuk dengan lama- lama ke dalam rumah, kemudian Luthfi memohon anak Dodi buat dipisahkan sedangkan dari ibunya.

“ Membawa anak lu pergi dahulu pisahin serupa ibunya! beresiko. Janganlah sampe Sekar nyadar!!”. Pinta Luthfi.

Dodi mengikuti apa tutur Lutfhi. Beliau lama- lama bawa Yudha buat dibawa pergi serta ditidurkan di atas kursi. Sedangkan Sekar ditinggal sendiri di dalam kamar.

“ Kita menunggu. 10 menit lagi jam 12. Yani ini hanya tiba pas di jam 12”. Bisik Luthfi.

Luthfi bersandar sila pas di depan pintu kamar yang Dodi kunci. Kamar itu dikunci biar badan Sekar yang dirasuki Yani tidak dapat kemana- mana. Awal mulanya Luthfi membuat baluarti abnormal di dekat kamar itu dengan arti wujud Yani terus menjadi terkunci tidak dapat kemana- mana serta menjaga wujud Nyi Garwani biar tidak turut aduk masuk ke dalam kamar. Nyi Garwani merupakan wujud pengawal rumah yang nyaris tiap hari mengusik Sekar serta Yudha bila lagi ditinggal Dodi bertugas.

ADVERTISEMENT

Jam telah membuktikan jam 12. 00. Dodi terletak bersandar di kursi menemani Yudha mencermati Lufthi yang lagi bertindak.

Terdengar dari dalam kamar kidung Bangbung Hideung. Yani kembali merasuki Sekar. Serta terdengar dari dalam, meja laci semacam berupaya dibuka. Dodi yang penasaran, meninggalkan Yudha yang tertidur lelap itu di atas kursi. Ia lalu berjalan ke arah pintu kamar buat mengintip dari lubang kunci.

Luthfi sedang fokus membacakan permintaan. Dodi memandang dari balik pintu, nampak badan Sekar berputar kemudian berjalan ke arah pintu kamar. Wujud Yani seolah mengenali jika di luar terdapat aura yang hendak memusnahkannya.

Luthfi menghentakkan napasnya kemudian terdengar suara jeritan kesakitan dari dalam kamar. Dodi memandang Sekar memekik. Suara itu terus menjadi lama terus menjadi berganti jadi suara seseorang nenek- nenek.

ADVERTISEMENT

Dodi senantiasa mengintip dari lubang pintu membenarkan apa yang terjalin. Luthfi kembali menghentakkan napasnya. Dari balik pintu Dodi memandang badan Sekar roboh. Mencadangkan wujud seram yang berdiri. Wujud itu berbentuk kuntilanak gelap dengan rambut berantakan serta kuku- kuku jemari tangan yang jauh kering menghitam. Matanya juga gelap seluruh. Kulit mukanya tersobek penuh darah. Belis itu membuktikan wujud aslinya.

Dari kondisi bersandar, Luthfi berdiri kemudian mengutip posisi kuda- kuda. Tangannya membuat posisi semacam menggenggam bola yang beliau letakkan pas di depan dadanya. Dengan satu hentakan nafas, beliau merapatkan kedua tangannya kemudian terdengar suara semacam kertas dibakar dari dalam kamar. Baunya terhirup semacam bau daging panggang.

Dodi yang mengintip peristiwa itu, sedikit bergidik ngeri kala wujud kuntilanak gelap dibakar habis jadi abu.

ADVERTISEMENT

Luthfi juga menarik nafas jauh serta berdiri sempurna dengan arti memberhentikan ritualnya itu.

Dodi berlega hati. Ia akseptabel kasih pada Luthfi. Dodi kemudian membuka pintu kamar serta mendatangi Sekar yang terbaring lesu. Dodi membopong Sekar ke atas ranjang. Luthfi membantunya dengan bawa Yudha dari kursi kemudian memberikannya pada Dodi.

Malam itu terasa jauh. Dodi berlega hati permasalahan mengenai Yani teratasi.

Besok harinya Sekar tersadar. Ia merasakan pegal yang luar lazim di sekujur badannya. Dodi juga memeluknya dengan sedikit meneteskan air mata senang. Sekar tidak hendak lagi kesusahan sebab diusik oleh Yani.

***

2 bulan sehabis peristiwa itu suara Sekar membaik begitu juga mestinya. Seraknya telah lenyap. Ia diklaim membaik keseluruhan.

Dodi bertugas semacam umumnya. Serta Sekar mengurus Yudha di rumah seorang diri. Mereka menempuh hari- hari yang senang. Hingga sesuatu dikala, kala Sekar lagi membersihkan pakaian, ia dikagetkan dengan suara ratapan Yudha dari dalam kamar. Anehnya, Yudha tidak terdapat. Tetapi suara ratapan itu menggema di semua ruangan.

ADVERTISEMENT

Sekar meratap. Hingga dimana Dodi kembali dari bertugas, ia kemudian bergegas berlari ke pintu rumah buat melekap Dodi sembari meratap histeris.

“ Mengapa? Kalian mengapa cinta?”. Pertanyaan Dodi yang belingsatan memandang istrinya seketika memeluknya sembari meratap.

“ Yudha.., Yudha anak kita lenyap”. Jelas Sekar sembari memandang nanar ke arah Dodi.