Kisah Misteri Dari lantai Dua

Kisah Misteri Dari lantai Dua

etika aku masih kecil, keluargaku ubah ke sebuah tempat tinggal tua berlantai dua yang punyai banyak kamar dan pintu-pintunya berderit keras. Kedua orangtuaku bekerja, sehingga aku kerap di tempat tinggal sendirian sepulang sekolah.

Kisah Misteri Dari lantai Dua

Pada suatu sore aku pulang dan mendapati tempat tinggal masih gelap. Aku memanggil mamaku “Mama?” dan mendengar suara merdunya menjawab “Yaaa?” dari lantai dua. Aku panggil mama sekali lagi sambil menaiki tangga menuju lantai dua, hendak melacak di mana mamaku berada. Sekali lagi mama menjawab “Yaaa?” bersama suara yang lembut.

Karena belum sangat lama ubah ke tempat tinggal itu, aku belum sangat hapal bersama denahnya. Tetapi aku yakin suara mama berasal dari tidak benar satu kamar kosong yang terletak di ujung lorong. Aku sempat mulai merinding, tapi kupikir itu hal yang wajar. Dan begitu aku bertemu mama nanti tentu perasaan itu bakal hilang! Jadi aku langsung menuju kamar di ujung lorong dan menggapai kenop pintunya.

Ketika baru bakal memutar kenop pintu kamar itu, aku mendengar pintu depan tempat tinggal terbuka. Suara mamaku yang melengking ceria terdengar memanggil dari bawah “Nak, anda udah pulang duluan?”

Spontan aku terperajat! Melompat mundur dari pintu kamar kosong di depanku dan berlari kabur inginkan menyongsong mamaku yang tersedia di bawah! Namun waktu menengok ke belakang untuk paling akhir kalinya, aku lihat pintunya terbuka sedikit bersama bunyi derit nyaring. Dan seseorang… tidak! Sesuatu, memandangiku dari celah pintu tersebut.