Kisah Mengerikan Angin Ratakan Pesisir Filipina 2020

Kisah Mengerikan Angin Ratakan Pesisir Filipina 2020

Topan Haiyan yang terhitung disebut topan super Haiyan menerjang Filipina pada awal November 2013, menewaskan sedikitnya 10.000 orang menurut laporan The Guardian. Bencana alam ini berjalan di provinsi Leyte, dan merupakan tidak benar satu angin topan terdahsyat di sana, menyapu apa pun yang dilewatinya. Sekitar 70-80 % bangunan di jalur topan Haiyan hancur. Sementara itu di Tacloban ibu kota Leyte yang berpenduduk 200.000 jiwa, Palang Merah mendapatkan 300-400 jasad.

Baca juga: [Cerita Dunia] Martin Luther Mungkin Tidak Memaku 95 Dalilnya di Pintu Gereja Sebanyak 300 korban tewas lainnya terhitung ditemukan di pulau Samar yang berhadapan dengan Tacloban, dan 2.000 orang hilang. Dampak lain dari topan Haiyan adalah gelombang setinggi 6 meter di perairan kira-kira Samar.

Listrik segera padam dan tak tersedia tanda seluluer, sehingga komunikasi dijalankan melalui radio. Associated Press melaporkan, banyak mayat manusia yang bergelantungan di pohon, gedung, dan tergeletak di jalanan. Baca juga: [Cerita Dunia] 17 Tahun Silam Mahathir Mohamad Pertama Kali Mundur dari Panggung Politik Malaysia “Dalam perjalanan ke bandara kita menyaksikan banyak jenazah di sepanjang jalan,” kata Mila Ward (53) warga Australia kelahiran Filipina, kala tunggu penerbangan militer untuk kembali ke Manila. “Mereka hanya ditutupi kain terpal, genteng, kardus,” lanjutnya.

Saat ditanya berapa banyak jasad yang dilihatnya, dia menjawab “Lebih dari 100”. Kronologi topan Haiyan Topan Haiyan diawali di Samar dan Leyte, timur Visayas pada pukul 4.40 pagi kala setempat. Angin awalannya berkecepatan 241 kilometer/jam yang memicu genteng-genteng lepas dari atap rumah, memicu jalanan dipenuhi puing-puing. Baca juga: [Cerita Dunia] PBB Didirikan, Awalnya untuk Melawan Jerman dan Jepang Intensitas badai terus meningkat sepanjang, dan Joint Typhoon Warning Center (JTWC) Bandar Taruhan menambah kategori Haiyan menjadi topan super (setara dengan badai kategori 4 atau 5).

Angka tertinggi yang tercatat adalah 314 km/jam Seorang perempuan keluar berjalan di antara puing, Senin (11/11/2013). Inilah yang tersisa dari Tacloban, ibu kota provinsi Leyte, Filipina, setelah dihantam super topan Haiyan, Jumat (8/11/2013). Lihat Foto Seorang perempuan keluar berjalan di antara puing, Senin (11/11/2013). Inilah yang tersisa dari Tacloban, ibu kota provinsi Leyte, Filipina, setelah dihantam super topan Haiyan, Jumat (8/11/2013).(NOEL CELIS / AFP) Angka pemerintah perlihatkan lebih dari 4 juta orang terdampak topan Haiyan. World Food Programme lalu mengucurkan dana bantuan kira-kira 2 juta dollar AS dan mengirimkan 40 ton makanan ringan bergizi untuk para korban. Baca juga: [Cerita Dunia] Ketika Concorde Mengucap Sampai Jumpa pada Angkasa Filipina dilanda kira-kira 20 topan tiap tahun, dengan beberapa di antaranya sanhat dahsyat.

Pada th. sebelumnya topan Bopha menewaskan lebih dari 1.100 orang dan memicu kerugian lebih dari 1 miliar dollar AS. Haiyan sendiri adalah topan ke-25 yang menghantam Filipina pada 2013. Bencana alam selanjutnya terhitung memicu Vietnam bersiaga, karena tersedia peringatan akan ikut terdampak dengan kecepatan angin kira-kira 220 km/jam. Lebih dari 450.000 tentara disiagakan, beserta 12 pesawat, 356 kapal, dan ribuan kendaraan untuk memobilisasi militer. Lebih dari 300.000 orang dievakuasi di provinsi Da Nang dan Quang Ngai. “Ini barangkali badai terkuat yang akan melanda Vietnam sepanjang sejarah,” ujar Bui Minh Tang direktur Pusat Perkiraan Hidro-Meteorologi Pusat Vietnam kala itu.