Kisah Horor Jalur Cadas Pangeran di Sumedang 2020

Kisah Horor Jalur Cadas Pangeran di Sumedang 2020

Cadas Pangeran merupakan jalanan berliku yang berada di area Sumedang Jawa Barat. Cadas Pangeran akrab bersama lebih dari satu moment kecelakaan dan ltanah ongsor.

Banyak mitos berkembang, adanya campur tangan ghaib mengenai kecelakaan yang berlangsung disana bersama dihubungkan kisah mistis sang penunggu yang kerap menghendaki tumbal.

Menurut sejarahnya jalur Cadas Pangeran dibangun terhadap tahun 1809, atas inspirasi gubernur Jenderal Hindia Belanda Herman Willem Daendels. Namun, kesuksesan Daendels itu tak terlepas dari penderitaan ratusan ribu warga Jawa yang disuruh kerja paksa atau rodi tanpa bayaran sesen pun.

Tak terhitung lagi, ribuan warga pribumi yang tewas, baik yang melawan maupun akibat kerja rodi.

Kabar mengenai ribuan penduduk Sumedang yang tewas akibat kerja rodi pasti memicu gusar penguasa setempat waktu itu, yaitu Pangeran Kusumahdinata atau lebih dikenal bersama sebutan Pangeran Kornel.

Atas kenyataan itulah, Pangeran Kornel berencana secara terang-terangan melawan Daendels di hadapan para pekerja dan penduduk Sumedang.

Saat hari tiba pangeran kornel menghampiri Daendels di kawasan pembangunan Cadas Pangeran lalu berjabat tangan bersama tangan kiri, lalu penguasa Sumedang ini menghunus keris Naga Sastra di tangan kanannya sebagai tanda perlawanan dari pihak Sumedang.

Sejak dibangun di abad 18 cerita meta fisika bertebaran, mulai dari batu cadas yang gagal di belah, sampai tumbal trisula yang menyanggah jalur penuh aral ini. Yang paling kerap diceritakan yaitu adanya sejumlah lelembut yang mewujud terhadap saat-saat tertentu.

Menurut Aki Iki seorang kuncen Cadas Pangeran, dalam tayangan Silet menyebutkan bahwa di Cadas Pangeran itu tersedia gagaman atau tumbal yaitu berupa trisula yang ditanammkan di badan jalan.

Trisula, tri yang bermakna tiga, sula yang bermakna tumbal. Trisula itu terdiri dari hewan harimau, ular dan monyet yang dijadikan tumbal untuk melindungi Cadas Pangeran.

Mitos mengenai penunggu Cadas Pangeran selanjutnya terus dikisahkan oleh penduduk sekitar, kisah selanjutnya tumbuh subur dan melegenda. Konon terkecuali melewati Cadas Pangeran siapa saja tidak boleh bicara teledor dan sombong, supaya terhindar dari hal yang tidak diinginkan.

Cadas Pangeran sampai kini menjadi titik paling misterius mulai dari mitos ular besar yang memotong jalan, terhitung perwujudan wanita cantik yang kerap menggoda warga kurang lebih yang melintas cadas pangeran di malam hari.