Ditemani 3 Sosok Misterius Kisah Seorang Prajurit Kopasus Tersesat 18 Hari di Tengah Hutan Belantara

Ditemani 3 Sosok Misterius Kisah Seorang Prajurit Kopasus Tersesat 18 Hari di Tengah Hutan Belantara

Aba- aba Gerombolan Spesial ataupun kerap diketahui dengan Kopasus ialah salah satu gerombolan elit tentara dari Angkatan Nasional Indonesia( Tentara Nasional Indonesia(TNI)).

Gerombolan ini sering diterjunkan di bermacam ajang pertempuran paling utama buat melindungi garis depan pertahanan Negeri Indonesia.

Keahlian dalam siasat serta intelektualitas pasuka Kopasus jadi bekal mereka buat turun langsung di meda pertempuran.

Belum lama ini pembedahan tentara yang diiringi Kopasus merupakan pembedahan penjagaan area Papua dari serbuan Golongan Pidana Bersenjata( KKB) Papua.

Maraknya kelakuan KKB Papua yang didalangi oleh Badan Papua Merdeka( OPM) ini membuat Kopasus wajib diterjunkan langsung ke posisi.

Pada dikala berlangsungnya pembedahan penggerebegan markas KKB Papua pada Oktober 2018 kemudian, Kopasus bersama timnya melaksanakan pembedahan jalur kaki dari pos Timika.

seseorang prajurit Kopasus sudah menggambarkan pengalamannya menjajaki pembedahan itu.

Cerita itu dituliskan dalam novel Kopassus buat Indonesia karangan Iwan Santosa serta E. A Natanegara.

Arus bengawan yang kencang, cuaca masa penghujan jadi tantangan para prajurit.

Pada dikala ekspedisi hari ke 5, mereka wajib melalui arus bengawan yang kencang.

Cerita itu dituliskan dalam novel Kopassus buat Indonesia karangan Iwan Santosa serta E. A Natanegara.

Arus bengawan yang kencang, cuaca masa penghujan jadi tantangan para prajurit.

Pada dikala ekspedisi hari ke 5, mereka wajib melalui arus bengawan yang deras

Mereka cuma memakai ikatan buat mengarungi derasnya air bengawan.

Dikala itu, salah satu prajurit berkedudukan kopral masuk dalam pusaran air serta larut.

Otomatis si panglima yang ialah prajurit Kopassus itu juga menyelam buat menolongnya.

Tetapi hingga sesuatu titik, bengawan itu justru berakhir jadi air terjun

Si panglima juga meminggir di tengah hutan Papua yang terletak di ketinggian 4. 000 m di atas dataran laut.

Sebab lalu berupaya mencari prajuritnya yang lenyap si panglima tersesat di dalam hutan luas papua yang sedang rapat.

Ia juga berupaya mencari arah buat kembali ke Timika dengan impian memberi tahu anak buahnya yang lenyap pada pimpinan buat berikutnya mencari kembali.

Hingga hari keenam, prajurit Kopassus itu tidak menyambangi hingga di tujuan serta telah terletak di ambang siuman.

Tetapi nyatanya prajurit itu sedang aman sehabis dibawa arus kencang bengawan.

Beliau menggambarkan kala siuman, seluruh perkakas tercantum sepatu telah larut terbawa arus bengawan yang kencang.

Di tengah hutan luas, beliau hadapi pengalaman yang tidak dapat dipaparkan dengan ide segar.