CERITA MISTERI – Misteri di Jembatan Gondolayu

CERITA MISTERI – Misteri di Jembatan Gondolayu – SUATU malam di bulan Desember, Minah (bukan nama sebenarnya) sudah dua jam berdiri sendirian di kretek (jembatan) Gondolayu. Tiba-tiba dari barat, terlihat motor melambat kemudian menepi.Pasang Bola Seorang wanita yang dibonceng turun dan membuka helm, dandannya menor.
Pria pengendara motor ikut turun. Rupanya mereka hendak bermesraan. Drama kemesraan terlihat semakin panas. Mungkin karena jarak dari Minah lumayan jauh ditambah lampu jalan yang temaram, mereka tidak menyadari kehadiran Minah. Perlahan-lahan Minah mendekati mereka, “Sedang apa kalian di sini?” hardik Minah.

Sontak mereka berdua kaget setengah mati sembari menoleh ke arah Minah. “Aaah…” perempuan itu tiba-tiba ia berlari ke arah tengah jembatan, dan ciiit, braak!” Sebuah mobil menabrak tubuh perempuan itu hingga terhempas beberapa meter. Dalam hitungan menit, jembatan mendadak ramai orang yang berebut mendekat ingin melihat jasad perempuan malang itu.

Tak lama petugas ambulans datang dan mengusung jenazah mengenaskan itu. Tapi, hah? Perempuan itu keluar menembus pintu ambulans yang sudah tertutup kemudian berjalan ke arah Minah dan melotot, “Ini semua gara-gara kamu…!”

Minah tercekat tak bisa berkata-kata. Karena saking ketakutan, Minah lari terbirit-birit dan melupakan alasannya berdiri berjam-jam di jembatan itu. Saat itu Minah sedang menunggu Beni (nama samaran), tunangannya yang berjanji menjemputnya di kertek Gondolayu.
Malam berikutnya, karena alasan yang sama terpaksa lagi-lagi harus berdiri berjam-jam di atas jembatan Gondolayu yang terkenal angker itu. Tapi demi menepati janji dengan kekasih hatinya, Minah rela menunggu di sini. Dan malam ini sama sepinya. Mungkin karena kejadian kemarin malam membuat para pengendara semakin ketakutan jika melewati jembatan ini. Tapi, sekonyong-konyong dari arah barat tampak sebuah mobil tipe MPV melambat dan merapat di bahu jembatan hanya beberapa langkah dari tempat Minah berdiri. Selang beberapa detik, pintu mobil terbuka dan turun seorang lelaki berperawakan pendek gendut. Lelaki itu berjalan menuju tembok pembatas kemudian tak sungkan-sungkan membuka resleting celananya untuk pipis.

Tanpa sungkan pula Minah menepuk bahu lelaki itu dan menghardiknya “Jangan buang hajat sembarangan, Mas!” Mungkin saking kerasnya tepukan, membuat tubuh lelaki itu terjungkal dan terjun ke bawah jembatan.

Saat orang-orang mulai berkerumun, Minah melihat seorang perempuan keluar dari mobil si gendut. Perempuan itu menghampiri Minah dan menghardik: “Semua ini gara-gara kamu…!” Minah segera lari terbirit-birit.