CERITA MISTERI – Kutukan Mayat dari Laut

CERITA MISTERI – Kutukan Mayat dari Laut  – NAHKODA kapal nelayan itu adalah Paklik Pono (bukan nama sebenarnya). Ketika pulang melaut para ABK lihat mayat perempuan mengapung di depan kapal. Rambutnya hitam terurai, gaunnya berwarna merah. Tubuhnya sudah membengkak, kaki tangannya sudah berubah bentuk.

Saat Paklik Pono dan Badrun (nama samaran) mengangkat mayat, Paklik Pono mendengar nada tertawa perempuan!Pasang Bola

Paklik Pono terhenyak. Di kapal itu semua laki-laki, lalu dari mana datangnya nada perempuan? Keduanya memaksakan diri berani, jala ditarik dengan hati-hati, mayat pun terangkut. Mereka sesudah itu melanjutkan perjalanan pulang. Langit sudah jadi gelap.

Beberapa pas kemudian, kapal mereka merapat ke dermaga. Polisi segera masuk dan menangani mayat. Setelah selesai, sesepuh nelayan terhitung masuk kapal dan melakukan ritual kecil untuk pembersihan dan tolak bala.

Kejadian menarik berjalan dua bulan kemudian. Saat hasil tangkapan orang lain tengah sepi, kapal Paklik Pono jadi mendapat tangkapan melimpah. Anehnya lagi, entah kenapa sejak perihal itu pulau sebelah menjadi langka ikan.

Tak lama sesudah itu Badrun sakit terkena kanker hati. Dia meninggal 1/2 th. kemudian. Saat Paklik Pono melayat, sanak keluarga Badrun bercerita, semenjak pulang ke rumah malam itu, Badrun menjadi tidak sedap badan sehingga tidak mampu melaut. Dia jadi bermabuk-mabukan setiap hari. Ketika dirawat di rumah sakit, keluarganya pun bertanya kepada Badrun mengapa dia begitu. Setelah didesak dia bercerita tentang hantu air!

Badrun mengaku, terhadap menyadari yang mengapung adalah mayat. Dia mengumpat dan memaki didalam hati, menghendaki kapal tidak mendekati mayat itu. Tetapi Paklik Pono memastikan semua ABK untuk membawa mayat itu pulang. Saat dia menolong mengangkat pun, Badrun tetap mengumpat didalam hati.

Setelah mendengar cerita itu, Paklik paham. Ternyata sejak turun dari kapal itu, Badrun jadi sudah “diikuti” sesosok bayangan berambut panjang dan mengenakan pakaian merah. Setiap kali menoleh, bayangan itu tetap muncul. Itu sebabnya terhadap pas ritual. Ketika di rumah pun, sosok itu tetap menghantuinya. Itu sebabnya ia jadi mabuk-mabukan dengan harapan tak sadarkan diri dan tidak lihat bayangan itu. Mendengar cerita itu, Paklik amat terkejut dan sadar, janganlah berkomentar terhadap orang yang sudah tiada, di didalam hati sama sekali bahkan menghina atau mengumpat. Sebagai manusia yang hidup di dunia, cepat atau lambat terhitung akan menjadi jenazah.