Cerita Misteri Di Desa Menyeramkan 2020

Cerita Misteri Di Desa Menyeramkan 2020

Seperti kisah lainnya, misteri di Kali Mas, wisata yang sempat hits di Tulungagung masih dipercaya masyarakat. Bahkan, tersedia yang menyatakan sepinya wisata Kali Mas di Desa Sebalor, Kecamatan Bandung, yang pernah sempat ramai kunjungan gara-gara adanya cerita misteri yang menyeramkan.

“Wisata ini bagus. Namun tersedia yang masih yakin adanya kisah-kisah yang kurang baik di masyarakat,” kata IS (inisial) tidak benar satu warga yang tak jauh dari wisata sungai yang sangat asri itu.

Kisah ini bermula, selagi beberapa orang yang mendapat pekerjaan membangun rumah yang rencananya tiga lantai. Pembangunan rumah itu diorder oleh pendatang dari luar kota yang menginginkan membuat rumah di Desa Sebalor.

“Ada kuli, tukang yang sanggup order membangun rumah di lebih kurang sungai situ. Order itu dari pendatang luar kota yang menginginkan membuat rumah di sini,” ucap IS.

IS melanjutkan, pekerjaan pembangunan rumah pun di awali sampai lantai kedua. “Tiba-tiba pekerjaan diminta berhenti,” ujarnya.

Pekerjaan dihentikan gara-gara permintaan pemilik. Tukang dan kuli pun berhenti bekerja dan terima bayaran sebagaimana hitungan apa yang sudah dikerjakan.

Konon, pemilik tinggal di rumah itu dan berusaha mengenalkan diri dengan lingkungan sekitar. “Bahkan kecuali tersedia orang yang memiliki hajat, pemilik rumah ini di undang juga,” ungkapnya.

Namun, rupanya pemilik rumah yang ternyata bukan manusia ini, tak nyaman dengan langkah warga menyongsong dirinya. Hingga beberapa kali di undang, nampak wajah yang kurang bersahabat dengan raut kesal.

“Saat dia pulang, tersedia orang yang coba ikuti dia pulang ke rumahnya. Namun, betapa terkejutnya, gara-gara rumah yang dibangun itu sudah hilang dan cuma ditemukan tumpukan batu di area kebun area rumah misterius itu berdiri sebelumnya,” ujar IS.

Cerita yang menyebar dari mulut ke mulut ini membuat para pedagang dan pengunjung wisata jadi hari jadi mengalami penurunan gara-gara takut. Akibatnya, wisata Kali Mas yang pernah sempat viral itu, kini tak ulang ramai dikunjungi.

Versi beda diceritakan ketua group Sadar Wisata (Pokdarwis) Kali Mas Suheni, selagi dihubungi. Dirinya meluruskan mitos mistik itu dengan cerita yang berkembang dari saksi hidup yang terhitung warga sekitar.

“Yang membangun ini konon orang dari area Pakel. Dia mengerjakan proyek pembuatan swalayan sampai selesai,” ujarnya.

Bangunan yang sangat megah dan dibangun dengan beberapa orang ini, dikatakan Eni, sampai finishing. “Suatu saat, gara-gara menginginkan tahu perkembangannya, orang ini berkunjung dan ternyata di area yang pernah dilaksanakan itu hilang,” paparnya.

Karena hilang, pekerja ini terheran-heran dan menyimpulkan bahwa selama ini ternyata ia membangun bukan di alam nyata tetapi di alam lain.

“Jangan sampai meski cerita itu tersedia sesudah itu salah, gara-gara kami tidak tahu mereka (alam gaib). Namun mereka tahu kita,” imbuhnya.

Suheni membantah, kecuali sepinya wisata gara-gara cerita itu, gara-gara pada berdirinya wisata dan mitos masih dahulu mitosnya. “Yang jelas, pengembangan wisata itu mandek tak sekedar gara-gara segi alam terhitung gara-gara dana. Bukan gara-gara adanya segi lain terhitung persoalan mitos itu,” tambahnya.

Kepala Desa Sebalor Dadik Sukawiyatna, selagi dikonfirmasi terhitung membetulkan adanya cerita misteri itu. Namun, cerita itu dikatakan Dadik pada tersedia dan tiada.

“Itu sudah lama, sejak sebelum akan dibukanya wisata Kali Mas,” ucapnya.

Sepinya Kali Mas, menurut Dadik, tidak tersedia kaitan dengan cerita yang berkembang liar itu. Namun, Kali Mas selagi musim kemarau memang debit airnya kecil dan keindahannya berkurang supaya pengunjung tidak tertarik untuk datang.

“Jika musim hujan baru debit airnya banyak, dan umumnya masih ramai dikunjungi wisatawan,” tuturnya.

Dadik berharap, cerita yang berkembang tidak harus dikaitkan dengan hal lain. Karena, cerita misteri itu terhitung belum tahu kebenaran dan darimana asal usulnya.

“Jadi tidak tersedia kaitannya dengan sepinya kunjungan ke Kali Mas. Memang kecuali kemarau air di sungai jadi berkurang dan selagi hujan air dan pengunjung ulang normal,” pungkasnya.