Cerita Lucu Hantu Buto Ijo Pemarah

Cerita Lucu Hantu Buto Ijo Pemarah

Saat aku kemah bersama dengan teman-teman di sebuah hutan yang entah apa namanya, yang kemungkinan terhitung kedalam salah satu hutan paling indah dan sejuk berasal dari desaku, dan paling menakutkan berasal dari semua hutan di semua desa. Kita pergi kemah ke sana bersama dengan target untuk menikmati hari libur sekolah, tapi berakhir mengerikan, dikarenakan ada banyak keganjilan-keganjilan yang aneh dan misterius.

Jam 12.30 Siang, saat kami bersiap-siap mengawali pejalanan. Kami semua menyiapkan makanan, pakaian, minuman dan terlebih celana didalam biggrin, dan bermodal sebuah mobil bus. Sayapun menunjukkan foto-foto daerah kami kemah ke semua teman-teman yang berjumlah 15 orang.

Petruk: “Eh bro kami bener rela kemah di daerah serem kayak gini?”

Aku: “Ya iyalah?”

Gareng: “Tapi inikan tempatnya serem banget, gue aja jadi merinding hebat kalo begini!”

Aku: “Tapi, cewek-cewek di desa ini nyaris cakep-cakep semua loh..”

Ateng: “Ah masa, di daerah serem kayak gini mana ada cewek cakep? paling terhitung ada kunti doang.”

Aku: “Yang jomblo dengerin aje deh..

Karena udah siap semua kamipun segera berangkat. Jam 14.29, perjalanan emang lumayan jauh, dan kayaknya kami terhitung nyasar. Akupun nyuruh si Bagong untuk menanyakan kepada orang tua yang sedang duduk di perempatan jalan, dikarenakan kami tidak tau jalur menuju hutan daerah kami kemah.

Bagong: “Numpang tanya kek.. kalo jalur menuju hutan daerah kemah kayak gini di mana ya?” (sambil memperliatkan foto daerah kemah).

Kakek: “Ehh.. Kalo itu tidak kenal!”

Bagong: “Ehhh maaf, itu foto pacar saya, maksudnya yang foto yang ini.” (tukar foto).

Kakek: “Oh itu aku tau.. Tapi apakah kamu percaya bakal kemah disini?” (dengan serius).

Bagong: “Kita benar-benar kek!”

Kakek: “Saran aku sebaiknya kalian jangan menggoda perempuan disana apa lagi hingga jadi pacar.. nantimalah berakibat fatal?”

Bagong: “Ba.. baik ke, tapi jalur ke hutan itu sanggup di jelasin.” (sambil nelan ludah).

Kakek itupun memberi jelas jalur ke hutan daerah kami kemah. aku dan semua teman-teman ku tak percaya bersama dengan anjuran si kakek, dikarenakan menurut aku tahayul. jam 17.58, kitapun hingga disana, dan di lanjut sholat maghrib dan yang jadi imam si Gareng. Jam 19.13, situasi di sedang hutan terlalu sepi di jadi angin yang terlalu dingin, tapi kami sama sekali tidak terasa risau dikarenakan ditemani api unggun dan bernyanyi bersama-sama, kayak orang gile.

Aku: “Petruk, nanti pagi kami liat-liat cewek disini sekalian kami godain..”

Kamipun sepakat untuk memandang cewek-cewek di desa ini nanti pagi. tiba-tiba ada angin kencang yang menyambar tidak layaknya biasanya, si Ateng kayak memandang hantu dan katanya ada bayangan hijo, besar berasal dari kejauhan, dan kamipun masuk kedalam tenda tiap-tiap dan tidur. Malam berikutnya, sesudah mereka godain cewek-cewek di sana, merekapun menceritakannya..

Ateng: “Gile gue sanggup 2 kenalan cewek baru coy.”

Gareng: “Gue segera sanggup pacar baru.”

Petruk: “Gue segera sanggup 2 pacar.”

Bagong: “Gue sih jadi sanggup janda tua.”

Mono: “Gue sanggup yang wajahnya sama syahrini” (dan lain-lain).

Tiba-tiba terdengar suara geraman yang keras yang terlalu jelas dan menakutkan yang membuat situasi jadi hening dan menakutan. Suaranya makin lama makin dekat dan makin jelas. situasi berubah jadi sepi, hening, dan menakutkan. Suara geraman menakutkan itu makin keras saja dan tiba-tiba!! “AAA.. AAA..!!” Ada sesosok manusia tinggi yang bergigi tajam, bertanduk, berkulit hijau, yang sering di namakan Buto ijo. Serentak kami kekhawatiran dan berkumpul di satu titik.

Buto Ijo: “KALIAN TAU, BAHWA DI DAERAH INI TIDAK BOLEH ADA ORANG YANG MENGGODA PEREMPUAN DI SINI!! HEHH..”

Aku: (Kamipun menyesal tidak mendengar kata kakek tua saat itu) “Ma.. Ma.. Maafkan kami.”

Buto Ijo: “KALIAN TAU KENAPA TIDAK BOLEH ADA YANG MEMGGODA PEREMPUAN DI SINI?”

Aku: “Sungguh kami tidak tau apa-apa? Aku mohon maafkan kami.”

Buto Ijo: “BAIKLAH, PERMINTAAN MAAF KALIAN AKU TERIMA.. TAPI DENGAN 1 SYARAT?”

Aku: “Syarat apa-pun bakal kami lakukan, asal lepaskan kami..”

Buto Ijo: “SYARATNYA ADALAH; Ajari aku cara menggoda perempuan dong, aku bosen ngegalau tetap nih!”

Aku dan teman-teman terkejut, dan bilang WOW sambil koprol.. gitu!!