Cerita Lucu Diatas Hantu Masih Ada Hantu

Cerita Lucu Diatas Hantu Masih Ada Hantu

Siapapun yang berlangsung melintasi kuburan di malam buta tentu merinding dan was-was, risau diganggu hantu. Kecuali wanita cantik ini. Berpakaian rok mini dan T-shirt ketat, ia tambah berlangsung melenggak-lenggok sambil bersenandung. Mendadak, sesosok makhluk keluar di hadapannya. Tubuh makhluk itu terbungkus kain kafan putih dari ujung kepala sampai ujung kaki yaitu Pocong.

Pocong: (Dengan wajah busuknya mendekat, disusul raungan paraunya) “GWRAAAH!!”

Wanita: (Dengan ekspresi wajah yang tak beralih mirip sekali) “Aah, biasaa!” (sambil manja).

Pocong: (Melongo) “Kok bisaa?”

Wanita: “Ya, tentu saja! Karena aku.. bukan manusia.”

Tiba-tiba asap tidak tipis melingkupi tubuh wanita itu. Saat asap hilang, tampaklah sosok wanita yang tengkurap di tanah, berkulit pucat kebiruan bersama rambut hitam melingkupi wajahnya. Si pocong mengetahui busana putih yang dikenakan wanita itu seketika.

Pocong: “Suster Ngesot..”

Suster Ngesot: “Tebakan tepat. Selain bisa meluncur di tanah seperti belut, aku juga bisa memberimu kejutan… BHAAAAHH!!” (Secepat kilat Suster Ngesot melontarkan diri dari tanah, berteriak tepat di wajah “korban”-nya. Ekspresi wajahnya tak kalah menyeramkan dari si pocong).

Pocong: (Terlontar dan jatuh berguling-guling seperti bantal guling).

Suster Ngesot: (Dengan pongahnya dan bertolak pinggang) “Bagaimana? Jelas aku lebih menyeramkan darimu, bukan?”

Pocong: (Dengan ada masalah payah merayap seperti ulat dan mendekat) “Oh, sudi main kejutan? Kalau begitu aku juga bisa.”

Tiba-tiba si pocong melontarkan tubuh ke arah Suster Ngesot. Tiba-tiba kain kafannya tercabik-cabik dan tercerai-berai di udara. Lalu sosok asli si pocong, makhluk merah kurus bertanduk satu keluar yaitu Dedemit.
Dedemit: (Dengan rahang yang menganga, menampilkan deretan taring yang panjang. Ia menerkam dan meraung tepat di depan wajah Suster Ngesot). “WHREEAAHH!”

Suster Ngesot: “Aack!” (Tubuhnya terlontar lantas meluncur di tanah. Ini tahu lebih mengerikan ketimbang waktu bokongnya ditendang satpam apartemen. Sesaat lantas Suster Ngesot bangkit dan terhuyung, pusing tujuh keliling). “Aku belum kalah! Berubah!” (Ia kini kelihatan mengenakan busana putih yang memanjang sampai ke tumit, bersama rambut terurai berantakan. Inilah hantu wanita yaitu kuntilanak).

Kuntilanak: (Dengan rahang memanjang sampai selutut, wajahnya seakan ikut meleleh ke bawah. Ia tertawa cekikikan), “WHUHIHIHI!”

Dedemit: (Terpaku, seakan membeku. Di bawah tatapan gaib kuntilanak, ia bergeming, tak bisa bergerak).

Kuntilanak: “Bagaimana, siap menyerah?”

Dedemit: “Belum.. aku.. belum habis! OUAGGH!” (Mengerahkan daya gaib terkuatnya, tubuh si dedemit meraksasa. Sepasang tanduk dan rambut yang benar-benar panjang mencuat di kepalanya. Deretan taring di mulutnya membesar menjadi masing-masing sebesar kepalan tangan). “Inilah hantu raksasa yang melegenda yaitu genderuwo.”

Genderuwo: (Membuka mulutnya lebar-lebar di depan wajah si kuntilanak sambil meraung), “GGRRAAAHHH!!” (Begitu dahsyatnya angin dari raungan itu, semua rambut kuntilanak tanggal sampai kepalanya plontos total).

Kuntilanak: (Karena Tak tahan lagi, langsung lari terbirit-birit, berteriak-teriak gila).

Genderuwo: (Dengan puas, tertawa terbahak-bahak sampai perut buncitnya bergoyang-goyang). “Hahaha, rasakan! Jangan sombong, karena di atas hantu ada hantu!”

Tiba-tiba si genderuwo terkesiap dan lari tergopoh-gopoh. Rupanya ia baru saja melihat makhluk benar-benar kecil yang bersifat seperti bayi, yaitu tuyul. Konon, hantu nakal itu bisa saja keluar-masuk tubuh genderuwo dan menggelitiki raksasa itu sampai puas. Tinggallah si tuyul sendirian, tertawa geli di tengah kuburan.