Cerita Horor Teror Setan Penasaran

Cerita Horor Teror Setan Penasaran

Malam itu raka sedang asik bersama laptopnya, ia sedang membaca artikel untuk tugas sekolahnya. ayah dan ibu termasuk adiknya udah tidur duluan gara-gara waktu udah menunjukan jam 10:00 malam, raka masih repot bersama tugas sekolahnya, Tidak lama berselang raka mendengar sesuatu.
“Grett grett” layaknya nada meja yang bergeser

Raka menanyakan bertanya didalam hatinya. “Suara apa itu?”
Raka tak mengiraukan nada itu dan kembali melanjutkan tugas sekolahnya, ia wajib segera tidur gara-gara besok ia di tugaskan menjadi pemimpin upacara. tugas sekolahnya pun selesai raka bergegas untuk tidur, belum termasuk terlelap didalam tidurnya ia kembali dikejutkan bersama nada aneh itu, raka pun terbangun kembali.
“Ayah… Ibu..?” Ucap raka memanggil ayah dan ibunya
Tapi tak tersedia jawaban, raka kembali menarik selimut dan melanjutkan tidurnya.

Keesokan harinya, waktu sarapan pagi
“Ayah, ibu apa semalam ayah dan ibu lakukan sesuatu?” Tanya raka kepada ke-2 orangtuanya.
“Tidak, kau kan tau ayah dan ibu semalam tidur dari jam 8” jawab ayahnya sebari mengoleskan selai ke rotinya.
Raka mengerutkan keningnya, dan berbicara didalam hatinya sembari menanyakan tanya
“Lantas semalam siapa yang menggeser meja?” bertanya raka terhadap dirinya sendiri

Raka? Raka?” Tanya ibunya, panggilan ibunya membuat raka terkejut, dan tersadar dari lamunannya
“I.. I.. iya bu” Saut raka terkejut
“Kamu melamun tersedia apa?” Tanya ibunya yang sedang menyuapi adik raka
“Tidak bu, tidak apa apa” jawab raka kembali
“Cepat habiskan sarapanmu, kau kan wajib cepat berangkat sekolah” suruh ibunya
“Baik bu” jawab raka segera menghabiskan sarapanya.

Raka masih terheran heran dan penasaran mengenai nada yang ia dengar tadi malam, di awalnya tidak dulu tersedia hal aneh kala ia dan keluarganya baru tempati tempat tinggal itu seminggu yang lalu. ayah raka belanja tempat tinggal itu dari temannya dan baru satu minggu menempatinya, Raka pun berangkat ke sekolah.

Pada Malam harinya lagi, layaknya biasa raka repot bersama laptopnya mengerjakan tugas sekolah, maklum akhir-akhir ini ia banyak tugas gara-gara sebentar kembali ia akan mengahadapi ujian nasional, siswa kelas 3 SMA ini kembali mendengar nada aneh malahan nada aneh kali ini diiringi bersama nada tangisan seorang perempuan dan nada gelas pecah.

“Hii… hii… hiiiii”
Suara tangisan itu tambah terdengar jelas, membuat rasa penasaran raka meningkat. raka bukan jenis orang pemberani tapi gara-gara rasa penasaranya ia beranikan diri untuk mencari dari mana nada tangisan itu berasal, raka pun perlahan lahan merasa melangkahkan kaki dan terhubung pintu kamarnya menuju ke sedang rumah.

“Halo, siapa itu?” Raka menanyakan tanya
Raka tetap berjalan mengelilingi hampir ke seluruh sudut rumahnya sampai di area makan ia memandang sesosok wanita sedang duduk kepalanya menunduk..

“Ibu, apakah itu ibu? Kenapa menangis? Apakah ayah memarahi ibu?” Tanya raka terhadap sosok wanita yang raka anggap ibunya

“Bu?” Raka memegang pundak wanita itu
Alangkah terkejutnya raka kala wanita itu menengok ke arahnya, muka nya tak karuan berlumuran darah dan bola matanya putih semua..
“Aaarrrrggghhhh, ha ha haaa hantuuuu, tolongg tolong” teriak raka kekuatiran sebari berlari meninggalkan area makan

Ayah dan ibu raka terbangun dari tidur waktu mendengar anak sulungnya meminta tolong dan seketika mereka berlari keluar kamar.
“Ada apa nak?” Tanya ayah terhadap raka yang ketakukan dan mukanya pucat
“Istigfar nak!! Tarik nafas!!” Kata ayah menenangkan anak
“Astagfirullah al adzim, astagfirullah al adzim” kata raka, nafasnya turun naik tak karuan dan badanya gemetar.

Ayah raka belum sudi menanyakan terhadap anaknya apa yang terjadi, ayah idamkan raka tenang lebih-lebih dahulu, baru ia akan menanyakan terhadap raka apa yang memang yang dialami raka.
Raka tetap beristigfar dan menarik nafas didalam dalam, dan lama kelamaan ia sanggup lebih tenang.

“Ada apa bersama dirimu nak, kenapa anda berteriak dan berlarian?” Tanya ayah terhadap raka
“Astagfirullah, wanita itu pa” jawab raka yang masih gemetar
“Wanita apa nak? Jawab bersama benar!!” Pinta ayah terhadap raka
“Wanita berambut panjang, mukanya yang tak karuan dan bola matanya putih semua, saya melihatnya yah terlalu menyeramkan” perjelas raka
“Di mana anda melihatnya nak?” Tanya ayah lagi
“Di area makan yah” jawab nya

Ayah raka pun menuju area makan untuk meyakinkan yang di memandang anaknya, tapi tak tersedia apa apa di area makan..
“Tak tersedia apa apa nak” kata ayah terhadap raka
“Sudah, barangkali kau keliru liat, kembali ke kamarmu gak akan tersedia apa apa, berdoalah dulu sebelum tidur” suruh ayahnya
Raka pun kembali ke kamarnya dan merasa menarik selimut untuk tidur.

Hari demi hari kejadian itu tetap terulang, supaya keluarga raka tidak merasa nyaman tinggal di tempat tinggal baru itu, dan bukan cuma raka yang menjadi korban teror arwah penasaran itu, apalagi adiknya kerap menangis tiap tiap malam dan ayah dan ibunya pun menjadi korban teror arwah penasaran itu, yang konon katanya arwah penasaran sesosok wanita itu dulunya adalah pemilik tempat tinggal itu yang pertama, dan meninggal gara-gara bunuh diri. gara-gara mengerti suaminya selingkuh.
Ayah raka pun menjual kembali tempat tinggal itu dan rubah tempat tinggal kembali supaya mereka tak diteror kembali oleh arwah perempuan yang penasaran itu dan meraih kehidupan yang tenang tanpa wajib senantiasa merasa takut..