Cerita Horor Terbaru – Kontrakan Terbengkalai

Cerita Horor Terbaru – Kontrakan Terbengkalai

Kisah horor viral di media sosial Twittter, kali ini dibagikan oleh akun Pasang Bola

Dalam unggahannya itu, Sarah menceritakan kalau cerita tersebut merupakan kisah nyata yang dialaminya.

Sarah adalah seorang wanita yang saat ini tinggal di kota kecil Jawa Barat.

Ia perlu ganti ke Kota Kembang itu untuk menuntut Ilmu di salah satu kampus ternama di sana

.

Saat ganti ke Bandung, Sarah pergi dengan ayahnya.

Ayahnya mengantarkan Sarah ke tempat tinggal kontrakan yang dapat dihuni Sarah sepanjang menuntut ilmu.

Di kontrakan itu, Sarah terhitung dapat tinggal dengan dua orang saudara sepupunya yang terhitung menuntut pengetahuan di tempat dan angkatan yang serupa dengannya.

Baca Juga: Kisah Horor, Gangguan Beruntut berasal dari Seretan Kaki Pincang sampai Pesan Hati-Hati di Jalan

Saudara tertua bernama Jani dan saudara yang lebih tua berasal dari Sarah bernama Ava.

Sarah merupakan yang paling kecil berasal dari mereka bertiga, maklum baru lulus SMA tahun yang sama.

Selama dua 1/2 jam di perjalanan, akhirnya ia tiba di Kota Bandung.

Ini adalah pertama kali Sarah tinggal jauh berasal dari orang tuanya. Perasaan campur aduk pasti dirasakan Sarah.

Setelah mobil terparkir, Sarah bergegas turun dan menyita barang-barang bawaanya.

Sembari mengangkat bawaan, Sarah dan ayah langsung menyusuri sebuah gang kecil.

Berjalan sedikit jauh ke didalam dan sampailah mereka di depan kontrakan itu.

“Assalamu’alaikum!” Kami mengucap salam sembari memasuki tempat tinggal yang pintunya memang terbuka.

“Wa’alaikumsalam, Mang!” Sahut A Jani dan Teh Ava.

Baca Juga: Kisah Gina Diguna-guna Sahabat dengan Foto, Tiap Hari Badan Bau Busuk

“Tos dugi gening. Sok atuh sakieu ayana, Sar (Udah sampai. Silahkan begini adanya, Sar),” Ucap Teh Ava kepadaku.

Saat itu Sarah tersenyum dan mengangguk dan lihat sekeliling.

Rumah tersebut adalah tempat tinggal tua dengan dua lantai dan sedikit tidak terawat.

Saat itu, Sarah memaklumi hal tersebut apalagi budget yang ia punya untuk menyewa tempat tinggal kontrakan benar-benar terbatas.

Tangga menuju lantai dua adalah tangga kayu dengan pegangan kayu. Terlihat asal-asalan dibuatnya.

Sarah mendekati tangga dan lihat keatas, diujung tangga tersebut adalah tembok, sebelah kiri tersedia pintu kecil menuju muncul ketempat jemuran dan talang air.

Dan disebelah kanan terdapat ruangan tanpa pintu yang hanya bisa dimasuki dengan langkah sedikit membungkuk.

Ruangan tersebut tepat berada di atas kamar tidur Sarah yang terletak salah satu tangga dan kamar Teh Ava.

Kamar Teh Ava adalah kamar yang paling dekat dengan pintu utama.

Baca Juga: Cerita Horor: GOR Angker yang Dihuni Sosok Usil dan Pemarah!

Jani lebih memilih kamar paling ujung di dalam, kurang lebih tiga langkah berasal dari tangga tepat disebrang dapur yang merupakan akses menuju salah satu kamar mandi di tempat tinggal itu.

Terdapat ruangan kosong yang lumayan lebar di depan kamar Sarah dan kamar Teh Ava dan ruangan ini nantinya dapat jadikan tempat berkumpul dengan alas karpet lusuh.

Lebih lanjut, Sarah langsung membenahi barang-barangnya di didalam kamar baru.

Ada sebagian noda lembab di dinding berwarna coklat dan sebagian terkelupas.

Pantas saja terasa dingin, memang lembab, pikirnya. Tapi sudahlah, tempat ini lumayan nyaman.

Baca Juga: Cerita Horor: Mba Kunti Berambut Panjang yang Dirindukan Cahyo

Sore pun tiba, ayah Sarah pun berpamitan untuk pulang.

Dengan berat, Sarah melewatkan kepergiannya gara-gara tak tega memikirkan penghuni rumahnya hanya tinggal Ayah dan Mamahnya saja.

Perlu diketahui, ke-2 kakak Sarah sudah punya kehidupan tiap-tiap di luar kota.

Tentu sebagai anak bungsu terasa berat untuk meninggalkan orang tuanya.

Singkat cerita, satu bulan mendiami tempat tinggal tersebut, Sarah tidak merasakan tersedia yang aneh.

Atau kemungkinan Sarah mengabaikannya gara-gara repot pada ospek dan persiapan kuliah?

Oh ya, Sarah bukanlah sosok yang indigo. Namun, ia sering kadang bisa merasakan keberadaan makhluk halus di sekitarnya.

Sampai pada suatu hari, pas itu aktivitas studi sudah berlangsung dan tugas-tugas terasa berdatangan, Sarah perlu pulang ke kontrakan kurang lebih pukul 7 malam dan langsung tertidur.

Setelah lama Sarah tertidur, ia terbangun dengan kondisi sekelilingnya yang gelap sekali.

Baca Juga: Kisah Horor: Teriakan Perempuan Menemani Saat Lembur di Kantor, Mengintip berasal dari Pintu

Memang rutinitas Sarah pas hendak tidur selalu mematikan lampu kamar, ia tidak bisa tidur didalam kondisi terang.

Tapi pas itu benar-benar gelap keseluruhan dan Sarah perlu membiasakan matanya didalam gelap.

Setelah nyawanya kumpul, Sarah baru jelas kalau kegelapan ini gara-gara lampu ruangan di depan kamarnya mati.

Biasanya kalo malam lampu tersebut dinyalakan dan cahayanya masuk lewat jendela di atas pintu kamar dan lewat sela-sela pintu yang rapuh.

Saat itu, Sarah meraba-raba mencari HP didalam gelapan, ternyata tersedia telephone dan sms masuk sepanjang ia tidur.

Dari ke-2 saudaranya yang mengabarkan mereka tidak bisa pulang gara-gara mengerjakan tugas grup di kost temannya.. Yang berarti, Sarah perlu sendirian di kontrakan.

Baca Juga: Kisah Horor, Kehadiran Bayangan Hitam sampai Kakek Berpeci Putih

Saat Sarah lihat jam, ternyata pas itu sudah pukul dua malam.

Ia sedikit merinding dan berusaha tidur kembali, tetapi kantuknya sudah hilang.

Jadi, Sarah memaksakan untuk menutup mata dan pikirannya melayang kesana kemari.

Seketika ia teringat, bukankah pas pulang tadi ia membuka pintu utama dan langsung menyalakan lampu ruang depan?

Sarah benar-benar ingat betul kalau ia langsung masuk kamar, ganti pakaian selanjutnya tertidur.

Dia tidak memadamkan lampu itu, apalagi lampu itu selalu menyala setiap malam dan menjadi salah satu sumber cahaya di malam hari.

Lalu kenapa saat ini padam?

Sarah hanya bisa berusaha tenang, dan menegaskan ingatannya

Saat hendak bangun berasal dari tidurnya dan menyalakan lampu kamar, tiba-tiba Sarah mendengar nada lirih sekali berasal dari balik pintu kamarnya “Hihihihi…”

Baca Juga: Kisah Horor Hantu Reni, Si Penggendong Bayi di Jok Belakang Mobil

DEG! Detak jantung Sarah pas itu serasa berhenti.

Seketika ia mengurungkan diri untuk berdiri. Sarah hanya duduk di atas tempat tidur sambil memegang erat selimut.

Sarah diam didalam posisi waspada, curiga pada percaya mendengar nada tawa dan berusaha menegaskan diri sendiri bahwa ia hanya salah dengar.

Ia terus berusaha fokus, tetapi yang didengar hanya hening.

Pelan-pelan Sarah lagi ke posisi tidur. Berhati-hati sekali seakan-akan membangunkan sesuatu yang ia pun tak tau apa.

Suara langkah kaki kecil berlari melintas di depan kamarnya.

Otak Sarah langsung merespon kalau itu adalah tikus.

Baca Juga: Kisah Horor Hantu Herlina, Santriwati yang Menuntut Pembalasan

“Tikus! Ya itu tikus! (Atau mudah2an tikus),” dipikirannya.

Belum selesai ia menegaskan diri sendiri, nada lain membuatnya kaku sekaku-kakunya.

Dug.. Sreeekkkkk.. Dug.. Sreeekkkkk.. Suara sesuatu diseret.

Seperti orang yang berlangsung pincang dengan satu kaki diseret, berkeliling di ruangan depan kamarnya.

Sesekali mendekati ke arah kamar Sarah ke arah kamar Teh Ava dan berputar lagi.

“Hihihihi…” Suara tertawa lirih itu muncul lagi.

Kali ini, Sarah percaya kalau ia tidak salah dengar.

Dengan ketakutakan, Sarah menutup semua tubuhnya dengan selimut sembari memejamkan mata rapat-rapat.

Keringat membasahi bajunya.