Cerita Horor Kejutan Membawa Petaka

Cerita Horor Kejutan Membawa Petaka

Saat itu terdengar suara teriakan yang sontak mengakibatkan seluruh siswa kelas 12 mipa 1 terkejut, seluruh siswa berlari memandang apa yang tengah terjadi. Ternyata keliru seorang siswa terjun dari lantai 3 sekolah, mengakibatkan suasana jadi ricuh guru beserta aparat sekolah langsung mengevakuasi siswa ke aula. Kejadian ini bukannlah yang pertama tapi udah tiga kali berjalan didalam bulan ini, entah kutukan apa yang udah menimpa sekolah itu.

Saat seluruh siswa dievakuasi di aula, Kagura yang terlihat kebingungan turun dari tangga keliru seorang guru menyuruhnya untuk ikut ke aula. Saat di aula Kagura bertemu Yuki dan Haru yang dari tadi kegalauan dapat insiden yang terjadi, Kagura menanyakan apa yang tengah berjalan tapi saking takutnya Yuki dan Haru mereka tidak dapat bicara kata. Akhirnya mereka cuma diam hingga seluruh siswa dipulangkan. Di kepala Kagura terngiung satu pertanyaan “apa yang tengah terjadi?”.

Keesokan harinya Kagura, Yuki dan Haru berakat bersama dengan ke sekolah. Kagura yang tetap menjadi kebingungan bersama dengan apa yang berjalan tempo hari mencoba untuk menyelidikinya sendiri, sepulang dari sekolah Kagura mengawali penyelidikannya bersama dengan menanyakan suasana Lisa sebelum melompat dari lantai 3 sekolah. Ia pun mencoba menemui Aya kawan dekat Lisa yang tetap terlihat berduka karena kepergian Lisa. Kagura pun menemui Aya yang tengah termenung di bawah tangga.

Kaguara menanyakan bagaimana suasana Lisa sebelum ia melompat dari lantai tiga dan Aya cuma menjawab “Lisa terlihat seperti biasanya ia terlihat ceria sama seperti pagi pagi sebelumnya waktu kita berangkat ke sekolah, dia termasuk tidak terlihat tertekan atau stress dai termasuk tidak menyebutkan hal hal yang aneh cuma saja sebelum ia melompat ia izin ke guru untuk ke toilet dan…” Aya pun tak kuasa menghambat tangisnya. Kagura jadi penasaran bersama dengan kasus ini, ia pun melanjutkan penyelidikannya ke tempat tinggal Lisa dan sama saja ia tidak mendapatkan wejangan apa-apa.

Hari berikutnya Kagura berencana untuk mengajak Yuki dan Haru didalam penyelidikannya, ia pun menceritakan apa yang ia udah ketahui kepada Yuki dan Haru. Yuki dan Haru rela tidak rela Harus mendukung Kagura walau cemas mereka selamanya memberanikan diri untuk ikut menyelidikinya. waktu mendiskusikan rancangan mereka Kagura mengidamkan ke toilet ia menyuruh Yuki dan Haru untuk ulang duluan ke kelas.

Teriakan ulang terdengar dari lantai 3 seluruh siswa berhamburan ke luar ternyata kali ini Aya yang melompat dari lantai tiga. Kagura berlari kencang menuruni tangga dan terlampau terperanjat memandang Aya terkulai bersimbah darah di tanah, Kagura langsung turun ke lantai bawah untuk mencoba mendukung Aya tapi udah terlambat Aya udah tiada. Kagura terlampau menyesal ia tidak termasuk dapat memecahkan kasus ini dan saat ini udah 4 korban, entah kapan kasus ini dapat diselesaikan.

Hari berikutnya Kagura menjadi ada yang aneh bersama dengan dirinya ia menjadi ada suatu hal yang tengah berjalan padanya tapi ia tidak terlampau menghiraukannya ia bergegas ke sekolah untuk melanjutkan penyelidikannya. Ia sanagt terperanjat memandang kerumunan orang di depan gerbang sekolah ia penasaran apa yang terjadi, sungguh terkejutnya ia waktu menyadari bahwa Yuki udah dibunuh bersama dengan kejam. Ia menanyakan tanya siapa yang melakukannya?! Kagura marah serta sedih kawan baiknya dapat meninggal bersama dengan langkah yang terlampau kejam seperti ini.

Kagura dan Haru beserta kawan temannya yang lain datang ke pemakaman Yuki, Kagura yang jadi penasaran bersama dengan kasus ini. Ia pun menanyakan pada orangtua Yuki.
“saya ikut berduka cita tante atas apa yang menimpa Yuki dan…” belum sempat Kagura selesaikan kalimat belasungkawanya ia langsung dicegat oleh orangtua Yuki.
“kau! Kaulah yang udah mengajak Yuki terlihat semalam dan kau kemari tanpa rasa bersalah?!” ibu Yuki yang terlampau terpukul mebentak Kagura dan menyebutkan bahwa Kaguralah yang mengajak Yuki keluar. Kagura terlampau terperanjat bersama dengan perkataan ibunya Yuki ia tidak ingat apa apa mengenai apa yang berjalan pada dirinya tadi malam.
“mohon maaf sebelumnya … t-tante saya tidak ingat apa yang s-sAya….” waktu menyebutkan Kagura tiba tiba pingsan dan ia dibawa ke rumahnya.

Saat menyadari Kagura menjadi ada yang aneh akhir akhir ini pada dirinya, ia tidak ingat beberapa perihal seperti apa yang ia melakukan di malam sebelum Yuki terbunuh.

Hari demi hari berlalu sesudah kematian Yuki, Kagura ulang bersama dengan aktivitas seperti biasanya di sekkolah. Ia tetap penasaran bersama dengan apa yang berjalan akhir akhir ini pada temannya. Ia termasuk tetap belum lupa bersama dengan apa yang dikatakan oleh orang tua Yuki padanya. Bel udah berbunyi Kagura bergegas masuk ke kelas, waktu tiba di kelas entah mengapa seluruh pandangan tertuju padanya seakan ia udah melakukan kesalahan yang terlampau besar. Dengan canggung Kagura berjalan menuju bangkunya, ia terperanjat waktu memandang bangkunya banyak coretan yang bertuliskan “dasar pembunuh!”, “mati saja sana!”, “dasar tidak menyadari diri!” dan kata kata kasar lainnya.
Ia menjadi dikucilkan suasana kelas yang dulunya ramah padanya kini seakan mengabaikannya mengucilkannya dan mengisolasinya di sudut kelas. Ia jadi bingung apa yang tengah berjalan dan mengapa ini jadi membingungkan saja baginya.

Hari itu ia mendapat kecaman yang terlampau terlalu berlebih dari kawan sekelasnya, Kagura terlampau kesepian ia terlampau sedih. Ia berlari tanpa arah dan tujuan terlihat dari kelas yang kejam melacak ketenangan yang barangkali cuma dapat didapatkan didalam peti saja. Ia menangis di bawah pohon tiba tiba Haru datang dan menanyakan apa yang berjalan pada Kagura. Entah mengapa Haru tak sedingin biasanya Haru yang saya ketahui antisosial berabah jadi seseorang yang berbeda.

Ulangan tengah semester udah berlalu, Kagura tetap bersama dengan suasana yang sama ia tetap mendapat kecaman kecaman dari kawan temannya. Saat ia pergi ke toilet yang ada di lantai 3 tak sengaja ia memandang Haru tengah bicara bersama dengan seseorang Haru terlihat terlampau marah, kagura cemas untuk beri salam mereka supaya ia cuma memandang dari kejauhan tak lama sesudah mereka adu mulut Haru mendorong orang itu hingga jatuh! Kagura histeris, Haru memandang Kagura bersama dengan tatapan yang sangan tajam seakan Haru terlampau mengidamkan membunuh Kagura. Kagura mencoba lari tapi sia sia saja karena lorong yang ia masuki ternyata jalan buntu. Haru jadi mendekat … mendekat… mendekat dan… bruk! Haru memukul kepala Kagura bersama dengan balok kayu.

Saat menyadari Kagura baru menyadari ia berada didalam ruangan, terikat di kursi, terdengar lentingan besi dari kejauhan. Ternyata Haru ya…! itu Haru!
Haru menyiksa Kagura bersama dengan kejam lantas mengatakan.
“apa kau menyadari siapa yang membunuh orang orang itu? Aku! Aku! Haru! saya yang mendorong Aya dan Lisa dari lantai 3 bukan Cuma Aya dan Lisa ke dua orang sebelumnya saya termasuk yang membunuhnya! Aku termasuk yang membunuh Yuki kawan baikmu! bersama dengan mengfungsikan namamu untuk mengajak Yuki terlihat malam itu hahahahah saya terlampau puas! Aku termasuk yang udah menyebarkan gosop bahwa kaulah yang membunuh Yuki. Semua orang yang saya benci udah saya bunuh dan selanjutnya anda Kagura!!!” menyadari Haru.

Haru tetap menyiksa Kagura hingga darah bercucuran di lantai, tangan dan kaki Kagura dihancurkan oleh Haru. Haru mengambil sebilah pisau dan menyayat badan Kagura, bau amis darah jadi tercium.

Keesokan harinya mayat Kagura ditemukan oleh pihak sekolah, Haru berpura pura sedih dan menangis di pemakaman Kagura.
Kasus Haru tetap belum terungkap, korban tetap berjatuhan hari demi hari. Entah kapan kasus ini berakhir.