Cerita Horor Hotel Terseram 2020

Cerita Horor Hotel Terseram 2020

Adakah cerita horor di hotel yang dulu Kamu alami? Saya sendiri mengalami kejadian seram waktu bermalam di hotel. Percaya nggak yakin sih, tetapi bawasannya perihal berikut sebenarnya ada. Karena dunia ini punya dua alam yang berbeda, alam nyata dan alam gaib.

Kisah horor biasanya diawali bersama dengan munculnya perasaan tidak sedap waktu pertama kali masuk ke di dalam kamar

Seperti pengalaman horor di hotel yang saya alami. Dari luar, kondisi hotel yang saya tempati tidak ada kasus dan tidak ada keanehan mirip sekali. Tapi entah kenapa saya merasa agak aneh disaat kaki melangkah masuk ke di dalam lobi. Saya hanya berpikir bahwa kondisi badan saya penat karena penat sehabis melakukan beberapa aktivitas.

Setelah mendapatkan kunci kamar, saya pun bergegas menuju kamar untuk istirahat. Tapi selamanya saja saya tetap merasa tidak sedap badan. Saya coba merebahkan badan sejenak di kasur dan lantas berniat untuk bersihkan badan.

Hari pun merasa gelap, saya menentukan untuk mandi. Berharap semua rasa penat yang saya rasakan hilang. Setelah saya selesai mandi, saya pun muncul dan merasa terperanjat lantaran saya memandang semua gorden dan jendela terbuka. Sehingga angin pun bersama dengan bebas masuk ke di dalam kamar, karena sudah magrib saya pun bergegas menutupnya.

“Jederrrrrr…….!” Saya pun terperanjat kaget disaat mendengar pintu kamar mandi tertutup bersama dengan keras. Kali ini bulu kuduk saya sangat berdiri. Saya menatap ke arah kamar mandi sejenak sebelum akan terhubung kunci kamar dan keluar.

Saya menceritakan kepada rekan saya tentang kejadian yang baru saja saya alami dan menayakan kepadanya termasuk apakah dia yang terhubung semua jendela dan korden kamar? Tapi rekan saya hanya menjawab bahwa dia baru saja berkunjung ke hotel dan belum masuk ke di dalam kamar. Lalu siapa yang terhubung gorden dan jendela?
Mungkin, Kamu pun dulu mendengar, suara berisik di tengah malam yang tak diketahui dari mana asal muasalnya

Terkadang saya malas untuk mengacuhkan kondisi kira-kira waktu bermalam di hotel. Terlebih andaikan kondisi badan sudah lelah. Setelah masuk ke di dalam kamar, perihal yang saya peduli adalah tidur. Tapi naas, malam itu saya tidak dapat tidur.

Berbagai perihal saya lakukan, merasa dari chat mirip teman-teman, mendengarkan musik hingga membaca buku. Biasanya, andaikan mata saya penat maka bakal terpejam bersama dengan sendirinya. Saya melirik jam pada layar smartphone saya. Tak merasa sudah jam 12 malam.

Ketika mata sudah merasa berat, saya menempatkan buku yang saya baca dan tidur. Baru memejamkan mata, saya pun terpaksa terhubung mata dan bangun. Saya mendengar suara anak-anak bergurau kencang sekali. Saya diam dan coba melacak sumber suara tersebut. Semakin kencang dan makin lama berisik.

“Duh, ini anak, mak bapaknya kemana sih? Jam segini belum tidur malah berisik!”

Saya bergumam meluapkan kekesalan. Pertama saya tetap dapat sabar, lama-lama saya merasa teganggu karena makin lama berisik dan gaduh. Dengan sedikit rasa kesal, saya menelpon receptionist. Agar pihak hotel yang memberi salam tamu sebelah. Tapi Info dari pihak hotel justru membuat saya makin lama kaget.

“Maaf Ibu, sebelah kamar Ibu sudah melakukan check-out tadi siang, dan saat ini kosong.”

Lalu siapa yang berisik malam-malam begini? Sampai pagi menyingsing saya tidak mendapatkan jawabannya.
Yang paling menyeramkan, disaat kudu bertatap muka bersama dengan makhluk yang seharusnya tak kasatmata

Pengalaman aneh yang saya alami bersama dengan seorang rekan di suatu hotel di Belitung selamanya jadi pembicaraan menarik. Entah kenapa tiap-tiap kali bertemu dengannya, kita stimulan membicarakan hotel berikut yang menurut kita itu adalah hotel teraneh.

Saat itu, saya dan Marisa tidak ikut peserta lainnya untuk ikuti penutupan event. Kami sudah capek, dan saya sendiri menderita radang tenggorokan. Dari sore kita hanya melakukan kegiatan di kamar, saya tidur begitu termasuk Marisa. Sekitar jam 10 malam, saya terbangun dan saya mendapati Marisa tengah memainkan smartphone miliknya.

Kami pun ngobrol dan saya mengajak dia untuk muncul ke lobi karena bosan di kamar. Tanpa pikir panjang Marisa pun mengiyakan ajakan saya. Setelah senang di lobi, kita pun masuk ke di dalam kamar dan saya bicara padanya “Sepertinya saya bakal ada masalah tidur deh, seharian tidur kebangun jam segini.” Marisa hanya terkekeh. Setelah itu saya pun tidak ingat apa-apa.
***

Malam itu, pada waktu kita masuk ke di dalam kamar, rupanya saya sudah terlelap sejak badan saya menyentuh kasur. Sementara Marisa justru tidak dapat tidur dan berusah tidur sambil bermain handphone. Namun tiba-tiba dia memandang sosok wanita putih berada pas di bawah kaki saya. Berdiri bersama dengan rambut panjang yang terurai dan posisi kepala yang menunduk.

Sontak Marisa pun kaget dan teriak. Tapi, saya tidak merespon teriaknnya dan tetap terlelap di dalam tidur. Ibarat mimpi tidak baik dia pun langsung memejamkan mata dan komat-kamit membaca doa-doa. Malam itu seolah jadi malam terburuk untuk Marisa dan rasa aneh yang saya rasakan sejak tempati kamar berikut pun terjawab sudah.