Cerita Horor Hantu Yang Tak Terlihat

Cerita Horor Hantu Yang Tak Terlihat

Aku tidak yakin hantu” Doni bicara di dalam hatinya sendiri.
“Hantu itu cuman kebohongan yang diberitahukan kepada anak-anak agar mereka tidak berbuat nakal” sambungnya.
Seketika dia membuyarkan lamunannya, bel sekolah sudah berbunyi. Itu artinya pagar sekolah sebentar ulang akan ditutup. Doni berlari menuju sekolah bersama harapan tidak terlambat untuk kesekian kalinya.

Doni sebetulnya anak yang lalai dan terhitung pemalas. Dia kerap terlambat dan lupa di dalam segala hal. Meskipun begitu, dia punya teman-teman yang baik dan selamanya bermain dengannya. Ana, Joy dan Rini, mereka adalah kawan baik Doni. Ana berambut pendek, tidak benar-benar tinggi, dan dia bahagia memotret dan menulis. Joy tinggi, pandai dan jago bermain basket. Banyak wanita yang terpikat olehnya, namun dia selamanya pilih untuk dekat bersama teman-teman terbaiknya. Rini tomboy, dari kecil dia kerap bermain bersama laki-laki. Mereka bertiga adalah kawan baiknya Doni.

“Don!!” sapa Joy. “Hampir telat ulang ya?”. Doni pun menuju ke arah Joy, “Iya nih, bangun telat”. Doni duduk di sebelah Joy sembari menanti guru masuk ke kelas.

Kelas terjadi seperti biasa, membosankan. Doni meminta tersedia perihal yang seru hari ini. Tapi dia belum menemukan satupun perihal yang mengakibatkan dia tertarik. Doni memutuskan untuk segera pulang saja seusai sekolah. Tapi, hari ini dia memutuskan untuk lewat jalan yang berbeda untuk ke rumahnya. Dia menyita jalan memutar yang lumayan jauh. Sialnya, awan tiba-tiba jadi gelap.

Langit itu berubah jadi gelap, ditutupi awan hitam yang tandanya akan terjadi badai yang benar-benar kuat. Langit seakan-akan dambakan memuntahkan apa saja yang tersedia di dalamnya. Hujan rintik-rintik mengawali pergantian cuaca tersebut, Doni memutuskan untuk mencari tempat berteduh sebelum akan badai benar-benar datang.

Di sanalah dia, di sebuah tempat tinggal tua bersama dua lantai, Doni berteduh. Rumah itu seperti tempat tinggal yang sudah lama ditinggalkan oleh pemiliknya, tidak terawat. Rumah itu punya halaman yang didominasi oleh semak liar, jendela yang sudah nyaris lepas, dan langit-langit yang dipenuhi oleh sarang laba-laba. Doni tidak benar-benar acuhkan bersama tempat tinggal yang lebih mirip tempat tinggal hantu daripada tempat tinggal orang itu. Dia tidak yakin hantu.

Beberapa suara aneh menggangu telinga D