Cerita Horor Arwah Penasaran Meri 2020

Cerita Horor Arwah Penasaran Meri 2020

Meri dan Rama sudah bersahabat sejak duduk di bangku SMP. Sayangnya, disaat SMA mereka berdua mesti berpisah kelas waktu jatah jurusan, Meri di jurusan IPA dan Rama di IPS.

Walau begitu, keduanya senantiasa menyempatkan waktu untuk bertemu di jam istirahat, sekadar menghabiskan bekal makan siang bersama.

Meri dan Rama senantiasa menghabiskan waktu bersama, terasa jalankan hobi, mengerjakan tugas, pulang sekolah hingga bercerita mengenai seorang yang mereka sukai. Dua orang teman akrab ini punyai tempat tinggal yang berdekatan, saking dekatnya hanya perlu 30 cara kaki untuk hingga tempat tinggal Meri berasal dari area tinggal Rama. Waktu kelulusan SMA tiba, keduanya tidak kembali sanggup berjanji sama-sama untuk senantiasa tinggal.

Pasalnya, Meri mesti ikut dengan sang ayah pulang kampung supaya sanggup melindungi neneknya yang sudah memasuki usia lanjut.
Kesehatan fisiknya yang sudah amat terganggu mengharuskan ada seseorang yang terus menjaganya. Hari di mana ijazah SMA dibagikan merupakan hari terakhir untuk Meri berada di Kota Bandung. BACA JUGA: Nggak Nyangka, 7 Efek Samping Kecap Ternyata Sangat Berbahaya Malam itu Ibu, Ayah, dan Meri datang ke tempat tinggal Rama untuk berpamitan termasuk dengan keluarganya. Hubungan yang sudah amat dekat menciptakan rasa sedih yang mendalam sebab mesti berpisah satu mirip lain dengan tetangga yang sudah seperti saudara sendiri. Di akhir perpisahan Rama memberi tambahan pelukan hangat kepada Meri sambil mengucapkan kata: BACA JUGA: Istana Bongkar Isu Kriminalisasi Ulama, Moeldoko: Siapa Ulamanya? “Apapun yang berjalan lu mesti ketemu gue kembali ya,”

Peluk mereka berdua pun berakhir, Meri masuk dalam mobil dengan dengan keluarganya untuk jalankan perjalanan terlihat kota. Jam di dinding sudah menunjukan pukul 02:30 dini hari, mata Rama masih amat terjaga tidak sanggup tidur lantaran baru saja berpisah dengan teman akrab terbaiknya. Sambil bermain rubrik di tangannya dengan pandangan yang kosong, terdengar nada ketuk pintu di kamar Rama. Ia pun langsung membebaskan mainannya dan membukakan pintu, tanpa bertanya-tanya. Saat membukakan pintu, ia mendapatkan sahabatnya berdiri dengan sebuah senyuman yang ia rindukan. Rama pun menanyakan pada Meri mengapa dia kembali dan tidak menjadi pulang ke kampung halaman. Namun, sebelum saat Meri menjawab, Rama sudah dibuat panik khususnya dahulu berasal dari lantai bawah mendengar tangisan sang Ibu. Tanpa memedulikan Meri, Rama bergegas turun menemui Ibunya. “Ibu kenapa! berantem kembali dengan Ayah?” Tanya Rama dengan nada yang tinggi dan panik.