Ada Genderuwo di Rumah yang Dipercaya Angker

 

Ada Genderuwo di Rumah yang Dipercaya Angker – Ketua Semarangker Pamuji Yuono dan Marcellino Dewa Bagaskara, menyelidiki sebuah rumah besar yang dipercaya angker di sebuah kota Pulau Jawa. Penyelidikan mereka lalu dipublikasikan melalui unggahan channel Semarangker TV di Youtube.

Semarangker adalah suatu komunitas yang lakukan penyelidikan untuk membuktikan kebenaran berkenaan suatu mitos yang berkembang di masyarakat.Bandar Taruhan Ketika sedang berada di warung kopi, mereka memperoleh cerita berasal dari sang penjual.

Katanya, ada sebuah rumah di dekat sana yang telah lama kosong, yaitu sejak tahun 1990-an. Konon, ada genderuwo yang menghuni rumah angker tersebut.

Pamuji dan Marcel pun menyelidiki wilayah tersebut setelah hujan reda, lebih tepatnya dikala menjelang subuh. Rumah itu di dalam situasi berantakan gara-gara langit-langit telah runtuh. Banyak sarang laba-laba dan lumut di mana-mana. Selain itu, akar tumbuhan terhitung menjalar pada dinding rumah.

Lalu, tiba-tiba terdengar suara bagaikan suatu benda yang terjatuh. Pamuji atau sering dipanggil Master mengaku bahwa suara tersebut berasal berasal dari plafon.

“Perutku jadi mual melihat yang di atas plafon ada banyak muka seram penuh darah,” komentar nama pengguna Ki Wiro Santet. Benarkah demikian?

“Baru nyadar di tengah-tengah ada bayangan sosok hitam berbulu lebat kayak gorila,” tulis nama pengguna Morbius Ghost pada kolom komentar.

Selanjutnya, Pamuji dan Marcel berpencar untuk menjelajah tempat itu sendiri-sendiri. Tak lama kemudian terdengarlah suara siulan sebanyak satu kali.

Si Ketua Semarangker mengaku kalau dia mendengar suara siulan itu. Begitu pula bersama Marcel.

Kira-kira siapakah pelakunya? Manusia atau makhluk gaib?

Setelah mendengar suara nyaring layaknya benda yang terjatuh, Pamuji mendengar suara geraman berasal dari langit-langit rumah. Selain itu, ada pintu yang berayun.

Berdasarkan hal-hal tadi, Pamuji menyatakan bahwa tidak ada fenomena yang terlampau berarti. Dia menyatakan berkenaan keberadaan gaib di lingkungan lebih kurang manusia. Namun, sebaiknya manusia menghadapinya bersama cerdas dan bijak serta cuma memohon kepada Tuhan.